Mother&Baby Indonesia
Pentingnya Air Bagi Tubuh

Pentingnya Air Bagi Tubuh

Air mengisi 2/3 komponen tubuh. Itulah sebabnya, air berfungsi penting bagi kesehatan tubuh. Sekitar 60-70 persen air mengisi tubuh kita, seperti darah (83 persen), otot (75 persen), dan otak (22 persen). "Ini menggambarkan betapa penting air bagi kesehatan," ujar Dr. dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH, pakar penyakit dalam dari FKUI-RSCM Jakarta.

 

Banyak fungsi vital tubuh dimediasi dengan air. Air pun berguna sebagai pelarut berbagai partikel, termasuk zat gizi dan oksigen, agar berfungsi dengan baik dalam sel dan jaringan tubuh. Air juga diperlukan untuk melembapkan jaringan mulut, mata, dan hidung; melindungi organ dan jaringan tubuh; mengatur suhu tubuh; hingga melumaskan sendi.



 

Zat Gizi Penting

Air termasuk salah satu gizi esensial bagi tubuh agar tetap sehat dan aktif. Minum air putih dalam jumlah mencukupi sangat penting, karena air adalah zat gizi yang tidak dapat diproduksi tubuh hingga perlu asupan secara terus-menerus dari luar, seperti diungkapkan oleh Prof. Dr. Hardinsyah, MS, ahli gizi masyarakat dari IPB. Karenanya para ahli gizi kini memasukkan pesan minum 8 gelas air dalam sehari untuk orang dewasa.

Anjuran untuk selalu mengonsumsi zat gizi penting mungkin sering Anda dengar. Namun masih banyak yang keliru mengartikan zat gizi makro itu hanya terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak, padahal air putih juga termasuk di dalamnya. Air putih yang baik memiliki kandungan mineral alami dengan komposisi seimbang. Nah, minum cukup air bermineral alami dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan mineral tubuh.

 

Beda Usia Beda Kebutuhan

Sejumlah faktor harus dipertimbangkan dalam memperhitungkan kebutuhan air bagi anggota keluarga, yaitu suhu lingkungan dan tubuh, intensitas dan lama aktivitas fisik, ukuran tubuh, serta kondisi fisiologis lain, seperti usia lanjut, hamil, dan menyusui.

"Tidak seperti pada anak dan orang dewasa, jumlah air tubuh pada newborn memang lebih besar karena kurangnya jaringan lemak dan organ viseral yang relatif lebih berat ketimbang berat tubuh seluruhnya," jelas dr. Budi Iman Santoso, Sp.OG(K) dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM Jakarta. Kondisi tubuh bayi dan anak memang berbeda dengan orang dewasa secara fisiologis. Karenanya, bayi dan anak cenderung rawan terhadap penyakit yang menimbulkan dehidrasi.

 

Minum Sebelum Haus

Kebutuhan akan cairan tubuh dapat dipenuhi dari minum serta makan (buah, sayuran, dan makanan berkuah). Di dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang disebutkan anjuran untuk minum air yang aman dan cukup jumlahnya. Sementara The European Food Safety Agency (EFSA) menyarankan asupan air setiap harinya harus memadai, yaitu 2,5 liter (pria) dan 2 liter (wanita). Kurangnya asupan air atau dehidrasi juga berkaitan dengan kadar garam mineral (terutama natrium dan kalium) di dalam tubuh. Ini bisa terjadi saat Anda maupun anggota keluarga ada yang muntah, diare, demam, mengonsumsi obat yang berefek urinasi, sangat berkeringat karena cuaca panas, atau sedang berpuasa. Kehilangan air tidak saja terjadi saat Anda beraktivitas, tetapi juga saat tidur dan cuaca dingin.

Minum adalah salah satu cara mengasup air ke dalam tubuh. Menurut Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc., Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG), rasa haus merupakan petunjuk bahwa tubuh sedang dehidrasi. Jadi sangatlah penting untuk minum air sebelum merasa haus, agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga. Faktanya, anak-anak justru berisiko dehidrasi lebih besar ketimbang orang dewasa. Ini terjadi karena penguapan keringat belum sempurna untuk mengatur suhu tubuh mereka, terlebih saat aktif bermain. Ketika mereka minta minum berarti mereka sudah mengalami dehidrasi. Para orangtua sangat perlu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk minum secara teratur sebelum merasa haus. Jika terkena dehidrasi, ini dampaknya bagi tubuh:

1. Gangguan kesehatan

2. Kemampuan fisik menurun



3. Daya ingat dan konsentrasi menurun

4. Sulit buang air besar

5. Pingsan

6. Kematian

 

Cek Status Hidrasi

Cara mudah untuk mengetahui status keseimbangan cairan tubuh atau hidrasi seseorang adalah dengan mengecek warna urine yang dikeluarkan. Bila urine Anda berwarna kuning pucat, ini menunjukkan status hidrasi yang baik. Tetapi, jika warna urine kuning tua atau kecokelatan, maka Anda perlu minum lebih banyak.

Jika Anda sering lupa atau tidak sempat untuk minum, Moms bisa download beberapa aplikasi pengingat minum berikut ini:

1. Hydro Coach – drink water

Aplikasi ini menjadi ‘pelatih’ yang akan mengingatkan Moms untuk selalu meminum air. Anda bisa download aplikasi ini Play Store.

2. Daily Water – Drink Reminder

Aplikasi ini akan merekomendasikan berapa liter air yang harus Moms minum dalam sehari berdasarkan berat badan Anda. Download aplikasi ini di App Store.

3. Aqualert: Water Reminder

Aplikasi ini memudahkan Anda dan Si Kecil untuk selalu memenuhi kebutuhan air minum, Moms. Memiliki tampilan yang sangat penuh warna, cocok untuk Si Kecil. Download aplikasi ini di Play Store dan App Store. (M&B/MA/SW/Dok. Freepik)



Tags: air,   minum air,   kesehatan










Cover Mei-Juni-Juli 2020