Home - Keluarga - Informasi Untuk Ayah / 9 Juli 2018 / Redaksi

3 Jenis Pemeriksaan Untuk Evaluasi Kesuburan Ayah

Kesuburan seorang suami menjadi salah satu faktor utama bagi sebuah pasangan untuk memiliki anak. Maka perlu perhatian khusus untuk menjaga kesehatan diri agar tingkat kesuburan juga terjaga dengan baik. Caranya, Dads bisa melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengevaluasi tingkat kesuburan Anda seperti berikut ini:

 

Pemeriksaan Fisik



Pemeriksaan fisik penting dilakukan untuk mengetahui apakah ada kelainan pada fertilitas Anda.

Traci C. Johnson, M.D., chief of obstetric and gynecology dari Eastside Medical Center, Georgia, AS, mengatakan bahwa dalam pemeriksaan fisik akan dilihat bagaimana bentuk penis, ukuran testis, skrotum, epididimis, vas deferens, prostat, hingga kelenjar yang ada di sekitar organ reproduksi.

Selain itu, akan dilihat juga apakah Anda memiliki varikokel atau tidak. Varikokel adalah pembengkakan pembuluh vena yang terjadi di dalam skrotum atau kantung zakar. Pembengkakan ini dapat berkembang menjadi benjolan yang terkadang tak terlihat.

 

Pemeriksaan Kualitas Sperma

Dalam penelitian berjudul Evaluating Infertility yang ditulis oleh American College of Obstetricians and Gynecologists, pemeriksaan kualitas sperma wajib dilakukan untuk mengecek tingkat kesuburan pria.



Dalam pemeriksaan ini, sperma akan dianalisis dari mulai bentuk, gerakan, kekentalan, volume semen, hingga jumlah dan sktrukturnya untuk menentukan apakah sperma tersebut berkualitas atau tidak.

Dari hasil pemeriksaan ini, nantinya dapat ditentukan apakah masalah fertilitas yang Dads alami adalah dari sperma atau bukan. Perlu diingat bahwa dalam 2-3 hari sebelum tes, Anda tidak boleh melakukan aktivitas seksual yang menyebabkan ejakulasi.

 

Evaluasi Hormon

Selain mengecek fisik dan sperma, hormon Dads juga harus diperiksa untuk mengetes tingkat fertilitas. Evaluasi hormon ini dapat dilakukan lewat pemeriksaan darah untuk mengukur kadar testosteron dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dalam tubuh.

FSH adalah hormon yang berperan dalam pembentukan sperma (spermatogenesis), begitu pula dengan testosteron. Selain itu, FSH juga mendukung pematangan sel sperma, dan testosteron mendukung stimulasi libido pria.

Dalam pemeriksaan, akan dilihat apakah kadar testosteron dan FSH yang dimiliki pria tersebut tinggi atau tidak. Nah, tingkat ketinggian hormon-hormon inilah yang memengaruhi fertilitas Anda, Dads. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Dads, Coba Ide Permainan Kreatif Ini!

Dads, Ini Manfaat Berbicara Dengan Janin

Makanan Sehat untuk Sperma

OTHER ARTICLES

Awas Nyamuk Ganas! Ini 10 Fakta Japanese Encephalitis

Kenapa Area Puting Menghitam saat Hamil? Ini Jawabannya

Ini yang Diperiksa Dokter pada Bayi di Tahun Pertama

Mengenal Urtikaria, Penyakit Biduran pada Anak

Menu Sehat dan Praktis untuk Sahur