Mother&Baby Indonesia
Hati-Hati, Anak Penderita Rakitis Meningkat!

Hati-Hati, Anak Penderita Rakitis Meningkat!

Data yang dikeluarkan oleh National Health Service di Skotlandia cukup mengejutkan. Jumlah anak-anak penderita penyakit rakitis melambung 4 kali lipat dalam waktu 10 tahun terakhir.

 

Rakitis merupakan kelainan pertumbuhan tulang pada anak yang umumnya disebabkan oleh kekurangan atau gangguan metabolisme vitamin D dan kalsium. Vitamin D berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfat dari makanan yang dilakukan oleh usus. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan tubuh kesulitan dalam menjaga kadar kalsium dan fosfat. Kondisi ini memaksa tubuh untuk melepaskan kedua zat tersebut dari tulang, sehingga tulang mengalami pelunakan dan kerapuhan. Hal ini bisa menyebabkan anak patah tulang dan mengalami kelainan bentuk.



 

Para ahli khawatir penyakit ini meningkat karena orangtua lebih sering melindungi anak mereka dari sengatan matahari yang merupakan sumber vitamin D. Selain anak lebih sering menghabiskan waktunya di dalam rumah dengan bermain game dan lebih suka diantarkan orangtuanya ke sekolah dengan kendaraan dibandingkan berjalan kaki, mereka juga jarang mengonsumsi minyak hati ikan cod. Banyak mengonsumsi makanan olahan dan junk food juga menjadi penyebab mengapa tubuh mereka kekurangan vitamin D.

 

Gillian Killiner dari British Dietetic Association menjelaskan, suplementasi vitamin D untuk anak bisa didapatkan dari sang ibu. "Saat ini banyak kampanye yang sedang dilakukan mengenai suplementasi vitamin D untuk para ibu agar ASI yang didapatkan oleh bayi kaya akan vitamin D," ungkapnya.

 



Selain itu, untuk mencegah penyakit rakitis pada anak dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kadar vitamin D dan kalsium dalam tubuh Si Kecil dengan cara:

- Memperbanyak konsumsi makanan atau minuman yang kaya vitamin D dan kalsium.

- Sering melakukan aktivitas di bawah sinar matahari pagi (sebelum jam 10 pagi) secara rutin, yaitu sekitar 10-15 menit setiap hari.

- Mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium jika asupan dari makanan kurang.

Meskipun begitu, penggunaan suplemen harus berdasarkan instruksi dari dokter. Hal ini disebabkan jika kadar vitamin D dan kalsium di dalam darah terlalu tinggi, maka dapat menimbulkan efek samping atau gejala seperti: nyeri tulang, sakit kepala, pusing, mual dan muntah, sakit perut, dan nafsu makan berkurang. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   rakitis,   vitamin d,   kalsium








Cover Januari - Februari 2020