Mother&Baby Indonesia
Saat Si Kecil Susah Tidur

Saat Si Kecil Susah Tidur

Pasca kelahiran Si Kecil, kini waktu tidur Anda pun ditentukan oleh siklus tidur bayi. Nyatanya, banyak orangtua baru yang kesulitan untuk membuat bayinya terlelap, padahal mereka sudah lelah mencoba segalanya untuk membuat Si Kecil tidur, namun ia terus terjaga dan bahkan menangis. Ternyata ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan orangtua baru saat menidurkan bayi. Ini dia:

 

1. Terlalu berharap



Anda telah menyanyikan lagu pengantar tidur dan meredupkan lampu kamar, tetapi Si Kecil tetap tidak mengantuk. Faktanya, itu terjadi karena bayi berusia kurang dari 3 bulan tidak bisa membedakan siang dan malam. Bahkan, hormon melatonin yang mengontrol siklus tidur, belum dihasilkan sampai usianya 3-4 bulan. "Pada usia 9 bulan, 60 persen bayi masih terbangun di malam hari," ujar Sarah O. Smith, penulis buku BabyCalm. jadi tak ada gunanya bila Anda mengharapkan Si Kecil tidur lebih cepat. Lebih bijaksana jika Anda mengikuti kebutuhannya, seperti ketika ia mudah lapar sehingga sering terbangun.

Jika Anda mulai stres karena kurang tidur, maka Si Kecil akan menangkap sinyal ini dan mulai merasa cemas. Ini akan membuatnya semakin sulit terlelap. Jadi kurangi harapan Anda yang berlebihan. Ingatlah, rasa lelah itu normal dirasakan oleh para new mom.

 

2. Melewatkan rutinitas

Saat Anda lelah hingga melewatkan bedtime routine, seperti menyusui, mengganti baju, maka Si Kecil akan sulit terlelap. Hingga usia 4 bulan, bayi memang belum mengerti waktu tidur. The Global Sleep Survey menemukan bahwa bedtime routine bisa membuat bayi tidur lebih awal, lebih lama, dan jarang terbangun di malam hari. Namun bedtime routine yang membuat bayi merasa aman dan mengenal sinyal tidur tidak terjadi secara instan. Menurut Prof. Jodi A. Mindell dari Asia Pacific Paediatric Sleep Alliance (APPSA), orangtua bisa melakukan 3 hal ini, yaitu: menyeka bayi dengan air hangat dan menyentuhnya, memberinya pijatan lembut, serta menenangkan bayi dengan cara berbicara lembut, bernyanyi lagu tidur, atau membaca cerita.

 

3. Aktivitas berlebihan

Jika Anda ingin mendapatkan waktu tidur yang baik di malam hari, janganlah melakukan terlalu banyak hal baru pada bayi Anda di sepanjang hari itu. Tidak dianjurkan untuk memperkenalkan bayi pada hal baru apa pun sampai ia tertidur lelap. Jika hal itu dilakukan, maka otaknya akan bekerja 'lembur'. Ini membuatnya lebih sulit tidur karena ia lelah dan marah



 

4. Suasana terlalu sunyi

Bagi bayi, suara yang ia dengar setiap harinya tidak akan mengganggu tidurnya. Anda tidak perlu cemas ia terbangun gara-gara si kakak menyanyi dengan suara keras. Hanya suara asing yang akan membangunkannya. Hal terbaik yang perlu dilakukan adalah beraktivitas seperti biasa saat bayi sedang tidur. Semakin cepat ia terbiasa dengan kondisi ini, maka semakin mudah baginya untuk segera tidur. Ini tentu akan memudahkan Anda.

 

5. Selalu menemani tidur

Ketahuilah, jika Anda terus menerapkan kegiatan ini padahal usia bayi Anda sudah menginjak 3 bulan, maka hal ini dapat menimbulkan asosiasi tidur, sehingga bayi akan selalu memerlukan kehadiran orangtuanya setiap kali ia terbangun di malam hari. Biarkan bayi Anda belajar tertidur sendiri. Anda tetap dapat melakukan kegiatan di waktu tenang sebagai kegiatan terakhir sebelum bayi tidur. Kemudian, letakkan bayi Anda ketika ia mulai mengantuk, tetapi masih terjaga, sehingga ia bisa tidur dengan sendirinya.

 

6. Tidur terlalu larut

Bayi yang tidur sebelum jam 9 malam bisa tidur 1 jam lebih lama daripada bayi yang tidur setelah jam tersebut. Bayi yang tidur lebih sedikit di malam hari tidak bisa mengejar kekurangannya dengan tidur siang lebih lama. Jadi, tidurkan bayi Anda lebih awal (sebelum jam 9 malam) secara teratur. Biasakan bayi untuk tidur pada jam-jam ini bersamaan dengan dimulainya pengenalan terhadap bedtime routine, yaitu ketika bayi berusia 1-2 bulan. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   susah tidur,   penyebab bayi susah tidur








Cover Januari - Februari 2020