Mother&Baby Indonesia
Kiat Balita Tetap Sehat Saat Libur Lebaran

Kiat Balita Tetap Sehat Saat Libur Lebaran

Untuk menjaga agar anak tak mudah sakit sebenarnya bukanlah langkah yang sulit, Moms. Simak 6 kiat menjaga kesehatan balita.

 

Jangan abaikan makan



Idealnya, balita mendapat asupan zat gizi seimbang agar memiliki daya tahan tubuh cukup untuk menangkal berbagai macam penyakit. Hal ini bisa diperolehnya bila makanan yang ia konsumsi mengandung zat gizi dengan komposisi seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral. Bagaimana bila Si Kecil termasuk anak yang picky eater atau hanya suka makanan tertentu? Jangan khawatir, Anda bisa kok menyiasati balita yang suka pilih-pilih makanan. Kalau balita hanya suka mi, masukkan daging ayam, sayuran, udang ke dalamnya, atau buat makanannya dalam bentuk yang menarik, seperti wajah karakter kartun kesukaannya.

 

Jangan lupa minum

Selain makanan, jangan lupa juga asupan cairan buat balita. Sumber cairan penting adalah air putih, jus buah dan susu. Untuk susu, pilihlah yang sesuai usianya. Agar balita tidak keburu kenyang, berikan susu setelah ia makan. Berikan ia air putih setiap habis makan dan sebagai selingan. Demikian juga dengan jus, Moms bisa berikan sebagai selingan pada pagi dan sore hari.

 

Jaga kebersihan

Kebersihan diri juga harus dijaga. Karena itu, biasakan ia untuk:

- Mandi 2 kali sehari. Biasakan balita untuk menyabuni seluruh tubuh, termasuk lipatan-lipatan tubuh. Selesai mandi, keringkanlah tubuhnya.



- Gosok gigi. Gunakan sikat gigi dan pasta gigi pilihannya. Ajak juga ia sikat gigi bersama. Balita biasanya senang mencontoh tingkah orangtuanya!

- Cuci tangan. Ajari balita untuk cuci tangan dengan sabun setiap kali hendak makan, sehabis makan, usai main di luar, dan setelah buang air.

- Cuci kaki. Biasakan balita mencuci kakinya setiap kali mau naik ke tempat tidur, sesudah bermain, dan sehabis bepergian.

 

Ayo bergerak!

Balita yang banyak bergerak adalah balita yang aktif. Karena itu, tak usah pusing kalau melihat balita aktif bergerak. berlari, memanjat, dan sebagainya. Yang penting, Anda jangan lengah mengawasinya agar tidak terjadi hal yang membahayakannya seperti terjatuh atau terjungkal hingga ia terluka atau cedera.

 

Istirahat

Bila memiliki gangguan tidur, balita dikhawatirkan terganggu proses pengeluaran hormonnya. Akibatnya, terjadi gangguan pertumbuhan, misalnya mengganggu pembentukan sistem kekebalan tubuh balita, proses belajar, dan daya ingat. Untuk itu, biasakanlah balita tidur siang sekitar 1-2 jam. Misalnya, setelah makan siang. Jika Moms bekerja, minta bantuan pengasuh. Total dalam sehari, balita membutuhkan 12-14 jam waktu tidur. (Susanto Wibowo/MA/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   kesehatan