Mother&Baby Indonesia
Dads, Penting Ajarkan Anak Waspada Dengan Orang Asing

Dads, Penting Ajarkan Anak Waspada Dengan Orang Asing

Setiap orangtua tentu ingin anaknya terhindar dari penculikan, kekerasan, dan kejahatan lainnya. Terlebih saat sedang berlibur, Si Kecil akan bertemu banyak orang asing yang mengajaknya berkenalan. Karena kepolosannya, anak pun bisa mengalami kejadian tidak menyenangkan seperti yang disebutkan.

 

Karena itu, psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si menyarankan agar orangtua membekali Si Kecil dengan informasi mengenai identitas dirinya dan keluarga, serta trik jika ia hilang atau terpisah dengan orangtua. Berikut tahap mengajarkannya, seperti dikatakan oleh psikolog yang akrab dipanggil dengan Mbak Nina ini.



 

Usia 1-6 bulan

Sebagai newborn, bayi Anda belum melihat dirinya sebagai sebuah pribadi. Ia berpikir bahwa Anda dan dirinya adalah satu. Ia belum sadar bahwa tangan dan kaki yang ada di tubuhnya adalah miliknya sendiri.

Seiring tumbuhnya fisik dan kondisi mentalnya, ia akan mengerti bahwa ia adalah seseorang dengan tubuh, pikiran, dan perasaan sendiri. Si Kecil pelan-pelan akan tahu bahwa ia adalah individu yang memiliki nama dan identitas.

 

Usia 7-12 bulan

Situs Baby Center mencatat bahwa di usia ini, Si Kecil sudah mulai menyadari bahwa ia bisa terpisah dari Anda dan Anda dapat meninggalkannya sendiri. Ia juga sudah mulai tahu bahwa ada orang-orang lain di luar keluarga terdekatnya, seperti tetangga sebelah rumah, nanny, atau penjaga daycare tempat Anda sering menitipkannya.

Berikan pengertian bahwa sewaktu-waktu Anda dapat meninggalkannya sendiri dan ia harus berinteraksi dengan orang yang baru dikenalnya. Ajak ia untuk berkenalan dengan orang-orang lain di sekitarnya, Anda juga harus mulai mengajarkan penyebutan nama dan usia pada Si Kecil.

 

Usia 1-3 tahun

Di usia ini, anak sudah mulai sering berpisah dengan Anda. Entah karena Anda memang pergi dan menitipkannya di suatu tempat, atau ia terlalu asyik bermain sehingga tanpa sadar terpisah dari Anda.

Karena itu, ajarkan Si Kecil untuk mengingat nama panggilannya dan nama orangtua. Anda dapat mengajarkannya jika suatu kali ia terpisah dari Anda atau istri, minta ia untuk memanggil nama ayah dan ibunya sambil berteriak.

Ajarkan juga ia untuk selalu waspada ketika bermain. Saat sedang jalan bersama, minta agar Si Kecil harus selalu melihat orangtuanya. Jarak terjauh antara ia dan Anda maksimal 3 langkah, tidak boleh lebih dari itu agar ia tetap dalam pengawasan dan jangkauan Anda.

 



Usia 3-5 tahun

Karena Si Kecil sudah mulai sekolah (playgroup atau TK), kesempatan ia untuk bertemu dengan orang tak dikenal dan terpisah dari Anda akan lebih banyak. Karena itu, ajarkan ia untuk menghafal nama lengkapnya dan orangtuanya.

Minta juga ia untuk mengingat alamat rumah dengan lengkap. Jika perlu, bekali ia dengan kartu nama Anda. Kemudian katakan kepadanya, jika berpisah dengan Anda, tetaplah di tempat sampai Anda menemukannya kembali.

Di usia ini, Si Kecil sudah cukup mandiri. Karena itu, biasakan ia untuk selalu pamit dan bilang pada Anda jika ia mau memisahkan diri ke mana pun.

 

Usia 5-7 tahun

Ajarkan Si Kecil untuk menghafal nomor telepon Anda, baik telepon genggam, rumah, maupun kantor. Tak hanya itu, minta juga ia untuk menghafal nomor telepon kerabat terdekat keluarga Anda.

Di usia ini, Anda sudah dapat mengajarkan anak untuk mengenal ciri-ciri petugas keamanan, dan jelaskan bahwa ia dapat mendatangi orang tersebut untuk meminta tolong, jika suatu saat ia terpisah dengan Anda.

Ajarkan ia untuk berani minta tolong kepada orang yang dipercaya untuk menelepon orangtua. Katakan juga kepadanya untuk tidak menerima barang atau makanan dari orang asing yang tak dikenalnya.

 

Usia 7 tahun ke atas

Ajarkan kepadanya agar tidak sendirian ketika memisahkan diri di tempat ramai, misalnya ke toilet atau membeli makanan. Setidaknya, bawalah 1 orang yang ia kenal untuk pergi bersamanya. Tekankan juga kepada Si Kecil agar tidak masuk mobil orang lain tanpa orangtua.

Sebaiknya Anda tidak mengatakan kepada Si Kecil bahwa ia harus menghindari orang yang berpakaian compang-camping, jelek, berbaju lusuh, jenggotan, dan ciri buruk lainnya, agar anak tetap waspada terhadap semua orang tak dikenal, karena kini para penculik pun memiliki tampilan yang bersih.

Katakan juga kepadanya untuk tidak bermain gadget ketika sedang berjalan atau di tempat umum yang ramai. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   anak,   waspada orang asing










Cover Mei-Juni-Juli 2020