Mother&Baby Indonesia
Tahapan Ajarkan Si Kecil Berperilaku Baik

Tahapan Ajarkan Si Kecil Berperilaku Baik

Banyak tingkah balita yang tak terduga dan kadang membuat Anda sebagai orangtuanya tak enak hati serta malu bila dilihat orang lain. Karena itu, sangat penting untuk mengajarkan Si Kecil perilaku baik sejak dini sesuai tahapan usianya.

 

Bayi dan balita memang belum bisa memahami konsep etika dan tata krama. Jadi, jangan heran kalau kata-kata sopan, etika, tata krama belum mampu dimengerti dengan baik. Meskipun begitu, bukan berarti orangtua bersikap permisif dan membiarkan Si Kecil melakukan apa saja. Bagaimana pun, etika dan tata krama harus diajarkan secara konsisten. Anda dapat mengajarkannya melalui ucapan dan tindakan serta contoh konkret. Ini dia yang perlu Anda kenalkan dan ajarkan pada anak sejak ia bayi, Moms.



 

0-12 bulan

Biasakan ia untuk memakai peralatan makan. Meja makan dan waktu makan adalah saat penting dimana sifat seseorang akan terlihat. Makan bisa menjadi indikasi kesopanan. Di era baby led weaning, saat Moms membiarkan Si Kecil makan dengan menggunakan jarinya, Anda tetap harus melatih Si Kecil makan dengan sendok. Selain untuk melatih koordinasi tangan dan mulutnya, makan dengan sendok juga mengajarkan disiplin, konsentrasi, dan yang penting merupakan langkah awal untuk belajar table manner. Sambil menunggunya mahir menyendok makanan, ajarkan Si Kecil sikap baik di meja makan, misalnya tidak mengobrol atau menghambur-hamburkan makanan.

 

12-18 bulan



Tidak mengupil dengan jari. Saat Si Kecil berusia 12-18 bulan, Anda bisa mengajarkannya untuk idak mengupil dengan jari. "Ketika ia melakukannya, katakan bahwa hal itu kotor dan secara perlahan tarik jarinya dari hidung serta bersihkan dengan tisu atau ajak ia untuk mencuci tangannya," jelas Dr. Carol Burniston, psikolog anak klinis. Minta Si Kecil bersikap baik dengan mengupil menggunakan tisu serta tidak melakukannya di tempat umum.

Merapikan mainan. 'Balita memberikan respons yang baik jika ia diminta dengan baik pula, misalnya untuk memindahkan satu benda ke tempat lain atau merapikan mainannya. Jika Anda memberikan pujian pada Si Kecil saat ia berhasil melakukan apa yang Anda inginkan, ia akan lebih bersemangat untuk melakukannya lagi," jelas Carolyn Meggitt, penulis buku Understand Child Development.

 

18-24 bulan

Menunggu giliran. Banyak hal bisa diajarkan dari mengantre. Orang dewasa akan dilihat kesopanannya jika mampu menjaga sikap saat mengantre. Menyerobot lampu merah, misalnya, merupakan tindakan egois dan berbahaya.

Kenalkan konsep bergiliran atau bergantian ketika Si Kecil masih berusia di bawah 2 tahun. Misalnya ketika melempar sebuah bola, katakanlah, "Sekarang giliran Mama, baru setelah itu giliranmu." Atau ketika tengah bermain puzzle, bagi 2 beberapa keping dan jelaskan, "Yang ini kepingan puzzle bagianmu dan yang ini punya Mama." Namun jangan berharap Si Kecil akan langsung memahami konsep bergiliran ini. Anda tetap harus mengenalkannya pada konsep ini hingga ia benar-benar mengerti dan bisa melakukan sendiri tanpa diminta oleh Anda. (M&B/SW/ Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   balita,   etika,   tata krama








Cover Januari - Februari 2020