Mother&Baby Indonesia
Siasat Pereda Kolik

Siasat Pereda Kolik

Kolik merupakan kondisi yang digambarkan dengan Si Kecil menangis berlebihan selama sedikitnya 3 jam dalam sehari, 3 hari seminggu, dan 3 minggu berturut-turut. Kolik tidak seperti infeksi telinga atau mata merah yang terlihat jelas gejalanya. Anda pun tidak bisa pergi begitu saja ke dokter, mendapat diagnosis, kemudian diberikan resep, dan Si Kecil pun sembuh. Kolik merupakan gangguan yang lebih kompleks.

 

Barry Lester Ph.D. dari Brown University, Providence, AS, mengatakan, "Sebenarnya sangatlah wajar jika bayi baru lahir menangis terus-menerus saat berusia 4-6 minggu. Namun untuk membedakan apakah ia kolik atau hanya menangis biasa, coba lihat intensitasnya. Jika mengalami kolik, tangisannya akan lebih banyak dan panjang." Kolik umumnya akan menghilang saat Si Kecil berusia 3-4 bulan. Namun selama waktu itu, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi rasa tak nyaman Si Kecil. yaitu:



 

1. Probiotik

Bakteri baik ini sangat bermanfaat bagi fungsi sistem pencernaan. Gas dan konstipasi disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kolik. Peneliti dari Italia pun melakukan penelitian untuk membuktikan fungsi probiotik dalam meredakan kolik. Setelah seminggu diberikan tetesan probiotik Lactobacillus reuteri Protectis, durasi tangisan bayi yang menderita kolik berkurang hingga 74 persen.

'Probiotik dapat mengurangi rasa tak nyaman akibat kolik, karena bakteri baik ini mampu mengurangi gas dan meningkatkan pergerakan usus. Akhirnya, tercipta flora usus yang kondusif," ujar Leo A. Heitlinger, M.D., pediatric gastroenterologist di Betlehem, Pennsylvania, AS.

 

2. Pijat



"Selama 5 tahun terakhir, semakin banyak orangtua mengakui manfaat pijat bayi untuk mempererat bonding dan mengurangi kolik," ujar Betsy O'Hara, terapis okupasi dan instruktur pijat bayi bersertifikat dari Cook Children's Medical Center, Texas, AS. Dalam sebuah studi, sebanyak 28 persen orangtua yang mempraktikkan pijat bayi merasa lebih mengerti kebutuhan Si Kecil, yang berarti mengurangi tangisannya. Studi lain juga menyebutkan bahwa pijat bayi juga membuat Si Kecil jarang menangis. Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa untuk mengurangi kolik, cobalah memijat perut Si Kecil dengan bentuk 'I Love You'.

 

3. Eliminasi makanan

Apa pun yang dikonsumsi ibu menyusui, pasti sampai juga kepada bayinya. Itulah mengapa dikatakan ibu menyusui makan untuk 2 orang. Ibu menyusui dengan Si Kecil yang menderita kolik, seringkali disarankan untuk mengeliminasi makanan yang potensial menyebabkan kondisi tersebut, seperti produk susu, kedelai, telur, kacang, dan makanan laut. Eliminasi jenis makanan yang bisa memengaruhi pencernaan Si Kecil selama setidaknya 1 minggu, dan pantau apakah reaksi koliknya berkurang. Anda juga sebaiknya mengurangi kafein, karena bagi beberapa bayi, zat ini bisa membuatnya tak nyaman.

 

4. Gerakan dan suara

Gerakan lembut bisa menenangkan dan meredakan tangis Si Kecil yang menderita kolik. Gendonglah dan ajak ia berjalan-jalan. Kombinasi antara kehangatan dan ritme tubuh Anda yang tengah menggendongnya, akan membantu Si Kecil lebih nyaman hingga bisa tertidur. Anda juga bisa meletakkan Si Kecil di stroller, ayunan, atau membawanya berjalan-jalan dengan mobil. Beberapa penelitian juga menemukan manfaat suara lembut dan dan konstan untuk menenangkan Si Kecil yang kolik. Situs WebMD menyebutkan bahwa banyak bayi kolik memberikan respons positif dengan suara-suara lembut beberapa benda, seperti mesin cuci dan kipas angin. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi kolik,   atasi bayi kolik










Cover Mei-Juni-Juli 2020