Mother&Baby Indonesia
Selamatkan Bayi Prematur, Ibu Minum 15 Liter Air

Selamatkan Bayi Prematur, Ibu Minum 15 Liter Air

Ada banyak sebab seorang bayi bisa lahir prematur atau meninggal di dalam kandungan. Salah satunya karena kehilangan cairan ketuban. Namun, seorang ibu pastinya akan berjuang melakukan segala cara untuk bisa menyelamatkan buah hatinya agar bisa lahir dengan selamat. Salah satunya adalah Cally Hibbert, seorang ibu berusia 27 tahun asal Inggris. Ia melakukan tindakan ekstrem untuk membantu calon bayinya tetap dapat bertahan hingga ia dilahirkan.

 

Cerita berawal saat kandungan Cally berusia 18 minggu. Dokter mengatakan bahwa ia mengalami kehilangan banyak cairan ketuban dan bisa membuatnya kehilangan bayi yang ditunggu. Bahkan hanya 10 persen bayi dengan kasus yang sama dapat bertahan hidup.



 

Cally pun berusaha mencari tahu dari sebuah grup di Facebook bernama pre-term pre-labour rupture of membranes atau disingkat PPROM, untuk mengatasi masalah ini.Melalui grup tersebut, Cally mengetahui bahwa ia bisa mengembalikan cairan ketuban dengan meminum 15 liter air putih satu hari.

 

Dari informasi yang dibacanya, semakin banyak ibu minum, semakin banyak bayi buang air kecil yang akan bisa meningkatkan cairan amniotik. Maka, Cally pun berusaha untuk minum air sebanyak mungkin, meski harus memaksakan diri. Dokter juga memperingatkan adanya kemungkinan infeksi akibat keputusannya ini.

 

Perjuangan Cally tidak sia-sia, karena baginya cara ini berhasil menambah cairan ketuban yang hilang dalam kandungannya. Hal ini terbukti dengan Cally mampu bertahan hingga usia kandungan 28 minggu dan melahirkan buah hatinya, Leo, dengan berat 737 gram pada 16 Juli 2017 di Rumah Sakit Royal Bolton.




Meski lahir prematur, Cally tetap merasa bersyukur dapat mempertahankan kehamilannya hingga proses persalinan.“Leo adalah bayi air kehidupan nyata kami. Saya yakin air yang saya minum menyelamatkannya, membantu melindunginya sampai cukup kuat untuk dilahirkan. Saya tidak bisa menahan diri ketika jantungnya berdetak,” cerita Cally pada The Sun.

 

Hingga saat ini, Leo tumbuh dengan sehat bersama orangtua dan kedua kakaknya, Oliver (9) dan Holly (5). Hal tersebut terlihat dari berbagai foto yang ditunjukkan Cally, di mana Leo terlihat sehat dan tersenyum ceria.


Peristiwa di atas terbilang sangat jarang terjadi, sehingga belum ada penelitian khusus yang membahas tentang minum air dan air ketuban bertambah. Hal ini disampaikan oleh Profesor Mark Kilby, juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynecologists. “Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa meminum air dalam jumlah besar akan mengurangi risiko bagi bayi yang belum lahir, sehingga perlupenelitian secaramedis lebih lanjut,” jelas Profesor Mark.

 

Namun, perlu diperhatikan bahwa seorang ibu hamil harus memperhatikan cairan yang keluar dari vaginanya. Jika bumil merasa mengeluarkan cairan, pakailah paddan perhatikan warna serta jumlah cairan. Hal ini untuk memastikan apakah itu adalah urin atau cairan ketuban yang bocor.



Cara yang dilakukan Cally juga tidak sepenuhnya mampu menyelamatkan janin yang kekurangan cairan ketuban. Ada faktor dan penyebab lain yang menentukan keselamatan baik ibu dan calon bayi. Maka, Moms harus siap menerima segala kemungkinan yang terbaik atau terburuk, agar tidak merasa tertekan pada kenyataan yang terjadi. Semangat, Moms! (Vonia Lucky/SW/Dok. The Sun)



Tags: berita,   bayi prematur








Cover Januari - Februari 2020