Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 14 Mei 2018 / Redaksi

Bumil Mual Muntah, Bisa Jadi Kekurangan Gizi

Seorang wanita memiliki risiko kesehatan yang sangat besar saat sedang mengandung. Namun, sebenarnya hal itu bisa dihindari sejak awal kehamilan denhgan memerhatikan status gizi bumil. Tubuh seorang wanita mengalami banyak perubahan selama hamil, termasuk perubahan hormon dan indera penciuman yang lebih sensitif, belum lagi kondisi emosional yang tidak stabil atau kerap disebut mood swing.

 

Sebagian besar bumil biasanya akan mengalami mual muntah di trimester pertama. Menurut Dr. dr. Noroyono Wibowo Sp.OG (K), selain perubahan hormonal, salah satu penyebab mual muntah adalah kurangnya zat gizi tertentu, seperti asam folat, kalsium, zat besi, zinc, DHA, dan serat pangan. Anda dapat mengetahui apakah mual atau muntah yang Anda alami karena perubahan hormon atau kekurangan gizi dengan melakukan pengecekan laboratorium, antara lain kadar albumin dan vitamin B6. Selain itu, untuk memantau kadar gizi, Anda wajib menimbang berat badan dan mengukur tekanan darah secara rutin.

 

"Bumil yang terbukti kekurangan gizi harus segera memperbaiki pola makannya agar tidak membahayakan dirinya dan janin," jelas Dr. Noroyono. Tantangan terberat bumil kekurangan gizi adalah mual dan muntah berlebihan yang membuat mereka semakin sulit makan dan memperburuk status gizi mereka. Salah satu cara mengatasi hal ini adalah dengan memaksakan diri untuk mengonsumsi makanan bergizi tinggi dan seimbang dalam porsi kecil tetapi sering. Bumil juga perlu mendapat tambahan vitamin dan mineral untuk memastikan kesehatannya.

 

Berikut beberapa zat gizi mikro penting dan jumlahnya yang perlu diasup ibu hamil setiap harinya agar tumbuh kembang janin optimal:

 

1. Kalsium - 1.000 miligram: untuk pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat; kesehatan saraf, jantung, dan otot; mehgembangkan irama jantung; pembekuan darah.

2. Asam Folat - minimal 600 mikrogram: untuk membantu mencegah cacat tabung saraf dan mengurangi risiko cacat lahir lainnya; membantu produksi DNA sebagai blok bangunan sel.

3. Zat Besi - 9 miligram (trimester 2), 13 miligram (trimester 3): untuk membentuk eritrosit yang menyediakan oksigen ke sel-sel; membangun tulang dan jaringan ikat lain.

4. Magnesium - 270-300 miligram: untuk membangun tlang dan gigi yang kuat, mengatur insulin dan kadar gula darah; membangun sel-sel perbaikan.

5. Fosfor - 600 miligram: untuk membangun tulang yang kuat; membantu pembekuan darah, fungsi ginjal, dan irama jantung yang normal.

6. Vitamin A - 800 mikrogram RAE (2.565 IU): untuk pertumbuhan sel dan tulang, kesehatan mata, kulit, dan hidung; membantu resistensi infeksi dan metabolisme lemak.

7. Vitamin B6 - 1,7-1,9 miligram: untuk membantu metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat; membantu regenerasi eritrosit  dan mengembangkan sistem saraf.

8. Vitamin C - 85 miligram: untuk perbaikan jaringan dan produksi kolagen (komponen tulang, tendon, dan kulit).

9. Vitamin D - minimal 5 mikrogram (200 IU): untuk membantu membentuk tulang dan gigi.

10. Zinc - 10,5 miligram: untuk membantu pertumbuhan sel dan produksi DNA. (M&B/SW/Dok. Freepik)

share to BBM







OTHER ARTICLES

Ajarkan Sportivitas pada Anak Lewat Asian Games

4 Cara Seru Rayakan Hari Kemerdekaan RI

Suami Jadi Ayah Rumah Tangga, Setuju atau Tidak?

Tips Jalin Hubungan Baik dengan Dokter Kandungan

Tips Memilih dan Memasang Car Seat untuk Balita