Mother&Baby Indonesia
Anemia Berisiko Kematian Pada Ibu Hamil

Anemia Berisiko Kematian Pada Ibu Hamil

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis Inggris The Lancet Global Health mengatakan bahwa ibu dengan anemia berat dapat meningkatkan risiko kematian saat hamil lebih tinggi. Data ini dikumpulkan dari 29 negara oleh World Health Organization (WHO). Hal ini diperkuat oleh pendapat Dr. Adi Sasongko, MA, staf pengajar FKMUI, dan direktur yayasan Kusuma Buana. “Potensi kematian ibu kebanyakan karena mengalami pendarahan. Sedangkan pendarahan banyak terjadi karena anemia dengan persentase 21,7 persen,” jelasnya.

 

Anemia sendiri adalah penyakit yang ditandai dengan penurunan jumlah sel darah merah, sehingga menurunkan kemampuan untuk mengangkut oksigen atau zat besi ke seluruh tubuh. Gejala yang dialami penderita umumnya pusing, kelelahan, pucat, dan kesulitan bernapas. Kondisi ibu dengan anemia juga dapat menurun pada anaknya nanti. Hal ini akan berdampak pada kecerdasan anak yang berkembang kurang optimal akibat adanya anemia. Maka, Anda sebagai calon ibu perlu mewaspadai hal tersebut.



 

Sebagai cara mengatasi anemia, ibu hamil perlu mengonsumsi minimal 90 tablet zat besi setiap hari selama tiga bulan. Ini pun harus dilakukan secara rutin, yang diimbangi dengan pola makan baik agar tidak memperburuk kondisi.



 

Selain itu, Anda dan anak yang terkena anemia juga harus mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi. Sumber zat besi bisa ditemukan padasayuran hijau, ikan, kacang-kacangan, dan daging. Dengan begitu, akan meminimalisir kondisi lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai serta pingsan saat beraktivitas. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: anemia,   risiko anemia,   anemia pada ibu hamil










Cover April 2020