Mother&Baby Indonesia
Tanya Jawab Soal Kelainan Plasenta Saat Hamil

Tanya Jawab Soal Kelainan Plasenta Saat Hamil

Saat hamil, calon ibu sebaiknya menjaga kesehatan plasenta, karena fungsinya yang sangat penting bagi perkembangan janin. Plasenta sendiri berfungsi untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi ke janin. Plasenta bisa mengalami berbagai macam gangguan kesehatan dan kelainan.

 

Untuk menambah pengetahuan mengenai plasenta dan kelainannya yang terjadi saat hamil, Moms bisa simak hasil perbincangan Tim Mother&Baby Indonesia bersama dr. Boy Abidin SpOG saat MB InstaLive dan FBLive beberapa waktu lalu dengan tema “Kelainan Plasenta Saat Hamil”.



 

T: waktu hamil anak ketiga, saya mengalami perlengketan plasenta hingga menyebabkan perdarahan saat melahirkan karena saya ingin melahirkan normal. Apa yang menyebabkan perlengketan plasenta? Padahal saya rutin USG, tapi tidak ketahuan kalau plasenta saya mengalami perlengketan. Setelah mau melahirkan baru ketahuan kalau plasenta saya lengket di dinding rahim.

J: Dalam kasus ini, plasenta menempel pada dinding rahim. Ada beberapa kondisi plasenta bahkan menembus dinding rahim, jadi menempel dengan sangat kuat. Jika plasenta menempel kuat seperti itu, plasentanya tidak bisa diapa-apakan, tidak bisa dilepas. Namun dalam kasus Anda ini, plasenta melengket tapi tidak terlalu dalam, sehingga memang agak susah untuk dilepaskan. Melalui USG kadang bisa dilihat kadang juga tidak. Biasanya akan dievaluasi perlekatan plasenta pada dinding rahim itu pada usia kehamilan di atas 28 minggu. Kalau dia melengket dalam sekali biasanya sudah diwanti-wanti sebelum persalinan. Tapi kalau menempelnya tidak terlalu kuat meskipun susah lepas, itu baru bisa diketahui pada saat proses persalinan. Agar kehamilan berikutnya tidak melengket lagi, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, yaitu jaga betul organ produksi, dinding rahim harus dalam kondisi bagus, gizi ibu pada saat kehamilan harus baik. Kemudian juga jangan terlalu sering hamil, karena perlengketan plasenta itu juga terjadi pada orang yang memiliki terlalu banyak anak (sering hamil)

 

T: Saya mengalami placenta previa totalis. Sekarang usia kehamilan saya 31 minggu. Menurut dokter, kalau sudah sebesar ini, sulit untuk letak plasentanya bergeser sehingga harus SC. Saya juga tidak diperbolehkan aktivitas hingga kelelahan, bahkan senam dan prenatal yoga juga tidak boleh. Bagaimana saya bisa menjaga stamina saya? Dan apa yang mesti saya lakukan jika tiba-tiba mengalami perdarahan?

J: Placenta previa totalis, artinya seluruh bagian plasenta sudah menutupi jalan lahir. Diagnosis ini dipastikan pada usia kehamilan di atas 28 minggu. Jadi kalau dokter sudah mengatakan itu placenta previa totalis berarti proses persalinan tidak bisa normal, melainkan harus secara caesar. Dan dari usia kehamilan 28 minggu hingga menjelang proses melahirkan, itu harus djaga benar aktivitasnya. Yang terpenting tidak boleh mengejan, tidak boleh angkat yang berat, tidak boleh berhubungan suami istri, karena hal-hal tersebut bisa memicu terjadinya perdarahan. Bahkan meskipun kita tidak melakukan apa pun, placenta previa totalis bisa mengakibatkan perdarahan yang banyak. Jadi untuk aktivitas olahraga, sebaiknya dihindari dulu, tapi aktivitas normal sehari-hari masih bisa dilakukan dengan hati-hati. Kalau mau olahraga, berenang yang pasti aman. Bila terjadi perdarahan harus segera dibawa ke rumah sakit.

 



T: Anak pertama saya aliran plasentanya tidak bagus, sehingga suplai makanan dan oksigen terhambat selama kehamilan dan pertumbuhan janin terhambat (PJT), tapi tidak diketahui penyebabnya. Apakah kehamilan berikutnya ada kemungkinan terulang kembali?

J: Ada banyak faktor yang memengaruhi PJT, bisa dari faktor ibu, bisa dari faktor plasenta, bisa dari faktor janin sendiri. Biasanya kita akan cek pada usia kehamilan di atas 28 minggu melalui USG. Akan dilihat bagaimana darah yang dipompakan dari ibu bisa sampai ke janin. Kalau kualitasnya bagus dan bayinya kecil berarti faktor gizi dari ibu yang terganggu. Tapi kalau aliran darah ke janin tidak lancar, walaupun ibu makannya banyak, tidak akan sampai ke janin. Jadi kualitas plasenta memang bawaannya seperti itu, bisa juga ada proses infeksi yang menyebabkan plasenta tidak berfungsi secara maksimal, bisa juga ada proses pengapuran di daerah plasenta, atau bisa juga ada kelainan di plasentanya.

 

T: Kalau plasenta sedikit menutupi jalan lahir, apakah masih bisa melahirkan secara normal?

J: Tergantung dari apakah dia menutup di dinding rahim atas atau di dinding rahim bawah. Kalau di atas masih ada kemungkinan untuk dicoba untuk normal tapi dengan mempersiapkan kamar operasi yang optimal. Kalau terjadi perdarahan, langsung harus dioperasi.

 

T: Selain placenta previa, apakah ada masalah mengenai kelainan plasenta yang sering dialami oleh ibu hamil?

J: Ada banyak. Kelainan plasenta itu macam-macam, bisa kelainan letak, artinya dia menempelnya tidak di atas; bisa kelainan bentuk, artinya plasentanya terlalu tipis atau terlalu tebal; bisa faktor tali pusat yang tidak menempel di tengah; bisa juga plasenta mengalami penuaan dini karena proses infeksi sehingga dia tidak bisa mensuplai cukup makanan buat janin. Jadi ada banyak faktor yang bisa terjadi pada plasenta dan berpengaruh pada kelainan plasenta. Namun dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin, kita bisa lihat kelainan plasenta tersebut. (Susanto Wibowo/Dok. Instagram @boyspog)



Tags: kehamilan,   plasenta,   kelainan plasenta








Cover Januari - Februari 2020