Home - Kehamilan & Persalinan - Panduan Ibu Baru / 31 Mei 2018 / Redaksi

Amankah Diet Keto Untuk Ibu Menyusui?

Diet keto adalah salah satu metode penurunan berat badan yang sedang tren saat ini dan dicoba oleh orang-orang. Banyak yang telah membuktikan manfaat dan efektivitasnya dalam menurunkan berat badan, sesuatu yang pastinya ada di benak para Moms menyusui yang tengah berusaha menurunkan berat badan usai proses melahirkan. Tapi apakah diet ini aman untuk diikuti jika Anda sedang menyusui?

 

Diet keto sendiri adalah jenis diet yang menerapkan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Beberapa pihak yang mendukung metode ini mengatakan diet ketogenik dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat dan memberikan energi yang lebih. Diet keto telah digunakan selama bertahun-tahun untuk mengobati kondisi medis seperti gangguan kejang, tetapi baru-baru ini menjadi populer untuk menurunkan berat badan. Seperti disebutkan, diet ini membatasi sumber energi utama tubuh (karbohidrat) dan mendorong untuk menggunakan lemak sebagai energi. Pengikut diet keto mengonsumsi daging, sayuran, produk susu berlemak tinggi seperti krim dan mentega, kacang, dan minyak kelapa, tetapi menjauhi biji-bijian, buah, kacang-kacangan, kentang, dan gula.



 

Kelebihan dari diet ini: karena makanan yang masuk umumnya cukup mengisi, maka kita akan mudah merasa kenyang dengan lebih sedikit kalori. Anda juga secara otomatis makan lebih sedikit gula tambahan. Dan seperti sudah diketahui, tidak ada bukti bahwa diet rendah karbohidrat ini secara umum mengurangi produksi susu atau merusak kualitas susu untuk ibu menyusui.

 

Tapi, menjalani diet ini sementara Anda sedang menyusui juga mungkin bukan langkah yang bijaksana.

 

"Saya tidak menganjurkan diet ini untuk wanita menyusui," kata Elizabeth Ward, ahli diet dan penulis buku Expect The Best: Your Guide to Healthy Eating Before, During, and After Pregnancy. Diet ini membatasi makanan sehat seperti buah dan gandum utuh. "Kurangnya asupan makanan seperti biji-bijian, kentang, dan kacang-kacangan adalah kabar buruk bagi kesehatan usus karena bakteri menguntungkan memakan serat dalam makanan tersebut," katanya. Tingginya kadar lemak, terutama lemak jenuh, juga mungkin tidak baik untuk kesehatan jantung dalam jangka panjang.



 

Diet ini juga mengurangi nafsu makan dengan begitu banyak makanan yang mengisi seperti daging dan produk susu berlemak tinggi. Hal ini memungkinkan ibu menyusui untuk mengurangi kalori, yang dapat berakibat mengurangi produksi ASI.

 

Kekhawatiran lainnya adalah hidrasi. Wanita menyusui membutuhkan setidaknya 13 gelas air dalam sehari untuk produksi susu yang optimal. Tetapi selama ketosis, hati menghasilkan senyawa yang disebut keton yang digunakan oleh sel untuk energi yang kemudian dihilangkan dalam urin. "Ketosis bisa menjadi dehidrasi," Ward memperingatkan. Buah, yang secara alami menyediakan sumber cairan yang kaya, juga tidak diperbolehkan dalam diet keto.

 

Dan jika Anda baru menjalani diet keto, pertimbangkan diri Anda. "Karena sangat rendah karbohidrat, diet keto bisa berarti Anda akan mudah lelah," kata Ward. Otak menuntut banyak glukosa, yang biasanya disediakan oleh karbohidrat. Ketika tubuh sedang belajar untuk menggunakan lemak sebagai energi, Anda bisa merasa pusing, sehingga membuat merawat bayi yang baru lahir terasa lebih sulit. (Susanto Wibowo/Dok. Freepik)

 

 


OTHER ARTICLES

Apakah Anda Terlalu Keras pada Anak? Ini Tanda-Tandanya

Waspada! Ini Bahaya Memakaikan Perhiasan pada Bayi

Ingin Mendonorkan Darah? Ini yang perlu Anda Perhatikan

Tren Fashion Terkini untuk Si Kecil

Bagaimana Meyakinkan Orang Tua dengan Pola Asuh Kini?