Mother&Baby Indonesia
Jangan Panik, Dads! Ini 11 Panduan Siaga Persalinan

Jangan Panik, Dads! Ini 11 Panduan Siaga Persalinan

Proses persalinan tidak hanya dialami seorang ibu, ayah juga harus mempersiapkan diri menghadapinya. Jika masih bingung apa saja yang perlu dilakukan agar Dads siap menghadapi momen berharga ini, berikut panduan khususnya:

 

1. Jangan Terburu-buru ke Rumah Sakit



Tak jarang calon ayah meminta agar istrinya yang hamil segera dibawa ke rumah sakit saat terjadi kontraksi. Padahal kondisi istri belum cukup genting untuk dilakukan tindakan medis. Bahkan Anda dan istri akan diminta pulang jika datang terlalu cepat.

Tempat ternyaman untuk ibu hamil tentu saja di rumah sendiri. Ia bisa mengambil makan dan minum sendiri, juga berjalan dengan bebas tanpa infus. Moms dan Dads juga bisa tidur siang lebih nyaman saat di rumah tentunya.

 

2. Kenali dan Pahami

Sebagai calon ayah, Anda pun perlu tahu tentang fase kehamilan hingga persalinan. Ada kelas khusus yang menjelaskan tentang apa yang terjadi pada tubuh pasangan Anda hingga alasan dilakukan bedah caesar. Dengan mengetahui hal tersebut, persalinan bukan lagi hal yang terlalu menakutkan bagi Anda. Jadi, Dads bisa tetap tenang dan fokus untuk membantu pasangan melewatinya.

 

3. Siap untuk Menunggu

Pasangan Anda akan mengalami beberapa kali kontraksi yang semakin menyakitkan, sampai tiba saatnya melahirkan. Momen inilah yang akan membutuhkan bantuan Anda untuk mendampingi pasangan, agar proses melahirkan berlangsung lancar.

 

4. Jangan Khawatir

Akan ada banyak hal yang terjadi di ruang bersalin. Jika ada sesuatu yang tidak Anda mengerti, jangan takut untuk bertanya pada perawat. Jika pasangan Anda mendapat epidural, Anda akan diminta untuk keluar dari ruangan. Dan pahamilah bahwa ini hanya prosedur standar di rumah sakit.

 

5. Bantu Monitor Kontraksi

Dads juga dapat memonitor setiap kontraksi yang terjadi. Jelaskan kepada calon ibu kapan ia akan merasakan sakit dan kapan akan mereda. Dengan begitu, sang ibu juga bisa lebih tenang karena keberadaan Dads yang mendampinginya.

 

6. Ikuti Kemauannya



Beberapa ibu yang hendak melahirkan tidak suka disentuh. Maka, jangan menggoda pasangan karena akan membuatnya semakin tidak nyaman. Tapi banyak juga yang menghargai gosokan di punggung atau pijatan kecil untuk meredakan rasa sakit. Dads bisa menerapkan ilmu yang dipelajari sebelumnya untuk hal tersebut.

 

7. Bantu Dorongnya

Proses persalinan normal akan menuntut sang ibu mengejan agar Si Kecil lahir. Untuk membantu dorongan ini, tugas Dads untuk mendampingi di sebelah ranjang ibu sambil menggenggam tangannya. Penelitian membuktikan bahwa hal ini dapat mengurangi rasa sakit secara signifikan, lho!

 

8. Jadilah Penentu

Saat memasuki waktu melahirkan, Anda bisa menjadi pengambil keputusan. Pahami setiap saran yang diberikan dokter dan lihat kondisi pasangan. Jika harus diambil tindakan tertentu secara mendadak, pastikan bahwa Anda dapat memutuskan dengan bijak. Hal ini akan sangat berpengaruh pada keselamatan ibu dan bayinya selama proses persalinan terjadi.

 

9. Rekam Momen Bahagia

Jika Anda memutuskan untuk membuat sebuah dokumentasi persalinan, pastikan untuk tahu angle gambarnya. Jangan ambil dari selangkangan pasangan (kecuali Anda tidak berencana menampilkannya kepada orang lain).

Sebaliknya, rekam dari arah bahu pasangan Anda atau dari arah dokter. Pastikan juga bahwa tindakan Anda diketahui dan diizinkan dokter dan tim medis lainnya. Hal ini perlu agar tidak mengganggu proses persalinan.

 

10. Beri Pujian

Melahirkan bagai pilihan antara hidup dan mati bagi seorang wanita. Maka penting jika Dads bisa memberikan pujian pada ‘kerja keras’ pasangan. Katakan ‘Kamu Hebat!’ setelah proses selesai, bagaimana pun kondisi Si Kecil saat lahir. Kalimat tersebut mampu menenangkan Moms dan membuatnya lebih kuat menjalani masa pemulihan.

 

11. Nikmati Pertemuan Pertama Anda

Terakhir, gendong Si Kecil yang baru saja lahir beberapa menit lalu. Lihat bayi pertama Anda dan seketika ia menjadi sesuatu yang paling berharga. Si Kecil pun akan menganggap hal yang sama terhadap ibu dan ayahnya. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: informasi untuk ayah,   panduan persalinan,   ayah siaga








Cover Januari - Februari 2020