Mother&Baby Indonesia
Ajak Balita Selamatkan Bumi

Ajak Balita Selamatkan Bumi

Balita merupakan agen masa depan bagi bumi dan segala isinya, sehingga tidak ada kata terlalu dini untuk mengajari mereka merawatnya. Anda tidak perlu melakukan kegiatan rumit atau mengajarkan teori-teori ekosistem untuk membuatnya cinta kepada bumi. Cobalah kegiatan seru berikut ini dan rasakan betapa asyiknya bermain sambil melakukan aksi penyelamatan bumi.

 

Berkebun



Mengajarkan Si Kecil menanam pohon tidak hanya menambah kecantikan kebun Anda, tetapi juga menyumbangkan cadangan oksigen bagi bumi. Banyak cara untuk mengajarinya menanam pohon, salah satunya dengan memilih jenis tanaman yang tidak terlalu besar. Carilah tanaman buah atau sayur berukuran kecil yang disukai anak agar ia lebih semangat untuk menanam dan merawatnya hingga panen tiba.

Jika Anda mengalami persoalan dengan keterbatasan lahan, tanamlah tumbuh-tumbuhan tersebut di dalam pot. Menurut Jerusha Klemperer dari Associate Director of AS Programs of Slow Food, "Anak yang belajar langsung dari kebun atau peternakan akan memiliki pemahaman yang baik tentang makanan, lingkungan, kesehatan, dan komunitas sekitarnya. Berkebun juga baik untuk mengajarkan tanggung jawab kepada anak akan pentingnya merawat bumi."

Sambil bercocok tanam, Anda juga bisa memberikan pengetahuan tentang manfaat pohon kepada Si Kecil dengan bahasa yang mudah dipahami, misalnya "Pohon gemar memakan udara kotor yang membuat bumi ini terasa panas. Jadi, kalau kita menanam banyak pohon, udara di bumi akan semakin sejuk."

 

Memilah sampah



Membuang sampah pada tempatnya mungkin terlihat sepele. Namun untuk menumbuhkan kebiasaan ini, Anda harus mengajarkannya kepada balita sedini mungkin. Anda bisa membelikan tempat sampah dengan gambar karakter kesukaannya, sehingga ia lebih semangat membuang sampah ke tempat tersebut. Jika Si Kecil sudah berumur 3-4 tahun, ia bisa diajak membersihkan lingkungan sambil bermain.

Pakaikan sarung tangan kepada Si Kecil dan ajak ia ke halaman rumah untuk mengumpulkan sampah, seperti daun kering, plastik, kertas, dan sebagainya. Katakan kepadanya, siapa pun yang paling banyak mengumpulkan sampah berhak mendapatkan hadiah. Setelah sampah terkumpul, ajak ia menaruhnya ke tempat sampah sambil dipisahkan antara sampah organik dan sampah non-organik. Jelaskan juga apa saja yang bisa Anda lakukan dengan sampah-sampah tersebut.

 

Membuat lubang biopori

Lubang biopori memiliki manfaat untuk menyuburkan tanah, meningkatkan kualitas air tanah, mencegah banjir, dan sebagai tempat pembuangan sampah organik. Pembuatannya memang tidak mudah buat anak, namun Anda tetap bisa melibatkannya dalam menciptakan lubang yang bermanfaat ini. Contohnya, Anda bisa memintanya mengumpulkan sampah untuk dimasukkan ke dalam lubang atau menggali lubang secara perlahan-lahan. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   berkebun,   memilah sampah










Cover Mei-Juni-Juli 2020