Mother&Baby Indonesia
Gejala Awal Penyakit Kuning Pada Bayi

Gejala Awal Penyakit Kuning Pada Bayi

Salah satu penyakit yang bisa terkena pada bayi adalah penyakit kuning. Bayi akan mengalami kondisi tubuh yang memproduksi lebih banyak bilirubin daripada yang dapat diproses oleh hati. Bilirubin sendiri adalah pigmen berwarna kuning kecokelatan, hasil dari proses destruksi sel darah merah.

Pigmen ini berfungsi untuk membentuk empedu yang membantu pencernaan, dan warna pigmen ini bisa juga terlihat pada darah dan tinja semua orang. Berlebihnya pigmen bilirubin ini akan mengalir dan masuk ke dalam aliran darah serta sel-sel tubuh.

Jumlah bilirubin yang berlebihan dalam tubuh akan mengubah sel-sel dan membuat kulit dan mata menjadi kuning. Gejala lain juga bisa di alami bayi jika terkena penyakit yang dikenal dengan hiperbilirubinemia neonatal, sebagai berikut:



  • Perubahan warna kulit

Bilirubin memiliki ciri khas warna kuning yang alami. Karena prosesnya yang akan menyebar ke seluruh tubuh, maka warna tubuh juga ikut berubah menjadi kuning. Warna pertama akan muncul di wajah, kemudian pada dada, perut, lengan, dan kaki yang muncul secara berurutan.

American Academy of Paediatrics (AAP) memberi saran jika Anda ingin memeriksa kekuningan kulit bayi, cukup dengan menggunakan sinar matahari atau lampu fluorescent yang terang.

 

  • Perubahan pada mata

Selain tubuh, mata Si Kecil juga akan berubah jika ia mengidap penyakit kuning. Hal ini terlihat dari bagian putih mata, yang secara medis disebut sclera, akan berubah menjadi berwarna kuning. Tanda ini menjadi dasar gejala dari penyakit tersebut.



 

  • Kulit berubah saat di tekan

Ketika Moms menekan kulit atau dahi Si Kecil dengan lembut, maka akan berubah menjadi warna kuning. Kondisi ini menunjukkan bahwa bayi mengalami sakit kuning ringan. Namun, jika Si Kecil mulai mengalami demam hingga 37,8 derajat dan kehilangan selera makan, hingga diare atau muntah, maka perlu penanganan medis lebih lanjut.

 

Sebagai pencegahan, bisa Moms lakukan sejak masa kehamilan sampai pemberian ASI:

  • Lakukan tes darah saat hamil. Upaya ini dilakukan untuk mengetahui tingkat bilirubin dalam tubuh ibu yang masuk ke janin. Cek juga golongan darah Anda dan calon bayi. Jika berbeda, maka kemungkinan bayi akan lahir dengan warna kuning.
  • Pemberian ASI secara eksklusif penting untuk bayi, karena dapat membantu menurunkan tingkat bilirubin. Jika asupan ASI Si Kecil cukup, maka buang air besarnya pun lebih sering. Kadar bilirubin juga bisa ikut keluar melalui feses bayi tersebut.
  • Bayi harus minum susu agar sakit kuning yang dideritanya tidak semakin parah. Jika tidak menerima ASI, Si Kecil harus tetap diberi susu formula agar ia tidak mengalami sembelit atau dulit buang air besar.
    (Vonia Lucky/MA/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   sakit kuning,   gejala,   pencegahan








Cover Januari - Februari 2020