Mother&Baby Indonesia
Cerita Ibu Yang Bayinya Meninggal Di Dalam Boks Tidur

Cerita Ibu Yang Bayinya Meninggal Di Dalam Boks Tidur

Menjadi tugas seorang ibu untuk bisa menjaga keamanan Si Kecil. Namun, karena satu kelalaian saja, bisa mengakibatkan anak meninggal dunia. Hal inilah yang dialami Dexy Leigh Walsh, seorang ibu yang bayinya meninggal di dalam boks tempat tidur bayi.

 

Pagi itu, Dexy sedang menyiapkan sang kakak untuk sekolah. Tak lama ia mengecek bayinya Connie Rose, yang sudah tak bernyawa di dalam tempat tidurnya. Saat ditemukan, ia sedang memeluk boneka beruang yang menjadi penyebab kematian bayi berusia 18 bulan tersebut.



 

“Pagi itu, saya bangun untuk menyiapkan anak sulung saya sekolah. Saya menemukan Connie Rose telah meninggal dunia. Saya menyalahkan diri saya sejak hari itu. Connie meninggal karena tercekik saat tidur,” tulis Dexy di akun Facebooknya.

 

Ibu ini memang meletakkan beberapa boneka di sekitar kepala Si Kecil. Tujuannya untuk menjaga supaya bayi tidak terjatuh saat tertidur. Namun, keberadaan boneka khususnya di atas kepala bayi ternyata membuatnya tercekik hingga kehabisan napas.

 

“Boneka itu berfungsi sangat baik. Connie tidak jatuh dari tempat tidurnya, ia terbang bersama malaikat,” lanjutnya. Dexy sendiri membagikan kisah pilunya ini melalui media sosial agar orang tua lainnya bisa lebih waspada terhadap anaknya, tak terkecuali dengan tempat tidur Si Kecil.

 



 

Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa hal yang harus Moms perhatikan agar ranjang Si Kecil bisa nyaman dan aman saat ia tertidur:

 

  • Jarak antara celah bingkai tempat tidur

    Ranjang bayi pada umumnya memiliki bingkai khusus berbahan tiang kayu atau plastik. Sebelum memilikinya, Moms perlu mengukur jarak antara celah dari tiang-tiang tersebut, yaitu kurang dari 6 sentimeter. Hal ini untuk mencegah kepala Si Kecil tidak tersangkut di antara tiang.

  • Pagar yang fleksibel

    Sebagian orang tua mungkin ingin lebih mudah mengontrol anaknya, sehingga pagar pada ranjangnya bisa dinaikkan atau diturunkan. Hal ini sebaiknya dihindari, karena jika ada kesalahan saat merakit, dapat membuat bayi terjepit atau jatuh saat sedang berpegangan di pagar ranjang yang kurang kokoh. Hal ini akan dapat membahayakan Si Kecil, terutama saat terbangun di malam hari.

  • Material tempat tidur

    Moms perlu memerhatikan material tempat tidur, seperti baut, sekrup, dan paku. Semua mesti terpasang dengan baik dan membuat ranjang kokoh. Pastikan juga agar benda-benda tajam tersebut tidak menonjol dan bisa membahayakan Si Kecil saat berada di dalamnya.

  • Desain matras

    Matras atau kasur yang digunakan juga perlu dirancang secara khusus untuk bayi. Matras ini akan lebih kokoh atau keras, sehingga mencegah risiko SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak. Hindari matras yang terlalu empuk, karena belum tentu dapat menopang tulang punggung bayi. Pastikan juga jangan ada celah antara matras dan tempat tidur.

  • Hindari benda berbulu

    Untuk menghindari kisah Dexy di atas, Moms perlu mengurangi jumlah benda berbulu atau lembut di ranjang Si Kecil. Mulai dari selimut lembut, bantal empuk, sampai boneka kecil maupun besar yang berbulu halus. Benda-benda tersebut dapat menutupi wajah bayi, sehingga membuatnya sulit bernapas dan menimbulkan risiko SIDS lebih tinggi. (Vonia Lucky/SW/Dok. Facebook)



Tags: berita,   bayi,   meninggal,   ranjang tidur,   sids