Mother&Baby Indonesia
Jari Kaki Bayi Ini Hampir Putus Karena Sehelai Rambut

Jari Kaki Bayi Ini Hampir Putus Karena Sehelai Rambut

Perhatian orang tua pada anaknya memang sangat penting, terutama jika Si Kecil masih batita. Namun walau Anda telah menjaga Si Kecil dengan sangat baik, ada-ada saja kejadian tak terduga yang bisa membahayakan keselamatan anak. Kejadian seperti ini pernah dialami seorang ibu yang jari kaki bayinya hampir putus, hanya karena terikat sehelai rambut.

 

Gemma Fraser adalah sang ibu yang baru menyadari jari tengah di kaki bayinya membiru dan membengkak saat hendak mengganti popok putrinya. Awalnya ia mengira itu hanyalah efek dari suatu alergi. Namun, bayi bernama Orla itu terus menangis, terlebih jika jarinya disentuh.



 

Setelah diteliti oleh Gemma, ia terkejut karena ada sehelai rambut yang mengikat jari Orla seperti torniket atau alat yang dipakai untuk mencegah pendarahan. Hal ini yang membuat Orla terus menangis untuk beberapa lama, yang bahkan tidak Gemma sadari.

 

“Aku berpikir: 'Sejak kapan rambut itu ada di situ? Berapa lama waktu yang aku punya sebelum menghentikan sirkulasi darah seluruhnya?',” jelas Gemma kepada Femail. Ia pun mencoba untuk memotong rambut pirang yang mengikat jari sang anak.

 

Gemma pun langsung memanggil paramedis yang datang dalam 45 menit dan langsung memotong helai rambut itu. Namun Orla tetap menangis sehingga sang ibu membawanya ke Royal Hospital for Sick Children.

 



Awalnya, gadis kecil ini hanya diberi antibiotik. Bukan membaik, kondisi kakinya bahkan semakin buruk dengan adanya infeksi serta cairan yang keluar dari lukanya. Gemma juga semakin khawatir jika kondisi jari kaki anaknya tidak akan sembuh.

 

Ia pun membawa Orla kembali ke dokter dan dinyatakan bahwa gadis kecil ini harus menjalani operasi untuk memeriksa sisa rambut yang ada di jarinya. Dokter bedah kemudian membuka jari sang bayi hingga ke tendonnya dan membersihkan semua rambut yang kemungkinan masih ada.

 

Selama operasi, Orla terus menangis dan sang ibu hanya bisa mencoba menenangkannya. Kemudian pemberian antibiotik pun dilakukan untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Dalam satu tahun, jari anak ini pun sembuh meski masih terdapat bekas luka kecil.

 

Gemma pun membagikan kisahnya ini melalui Facebook agar orang tua lain bisa lebih waspada dan memperhatikan kondisi anaknya setiap saat. Hal ini demi mengurangi risiko cidera yang bisa terjadi pada Si Kecil, terutama di usianya yang masih batita. Semoga bisa menjadi pelajaran agar Moms juga lebih hati-hati lagi, ya. (Vonia Lucky/TW/Dok. Femail)



Tags: berita,   bayi,   cidera,   torniket








Cover Januari - Februari 2020