Home - Rekomendasi - Hiburan & Liburan / 13 April 2018 / Redaksi

Tradisi Unik Tentang Nama di Berbagai Negara

Pemberian nama merupakan salah satu peristiwa penting di awal kehidupan manusia. Sehingga tidak heran, jika pemberian nama pun tak jarang dilakukan dengan upacara khusus. Simak tradisi pemberian nama di 16 negara berikut.

 

1. Yunani dan Spanyol

Bangsa Yunani dan Spanyol mengabadikan nama kakek dan nenek dari pihak ayah untuk nama anak. Saking memuja nama orangtua, tak sedikit anak laki-laki di Eropa memiliki nama sama dengan orantuanya. Untuk membedakanya, mereka menambahkan gelar Jr atau Junior di belakang nama mereka. Sementara anak perempuan memakai nama sama dengan ibunya tanpa gelar.

 

2. Inggris

Bayi-bayi di Inggris mendapat nama beberapa hari setelah lahir. Biasanya bersamaan dengan upacara pembaptisan. Nama yang dipilih oleh orangtua umumnya adalah nama rohani, yang terdapat dalam kitab suci ataupun nama orang-orang suci. Selain itu, orangtua di Inggris cenderung memilih nama tradisional untuk anak mereka.

 

3. Prancis

Di Prancis, bayi perempuan pertama akan mendapat neneknya dan bayi pertama laki-laki akan memakai nama kakeknya.

 

4. Rusia

Bayi di Rusia memiliki 3 nama. 2 nama pertama biasanya berasal dari nama depan ayah, disebut dengan Patronimic. Jika bayi dan ayah bernama Ivan, maka nama lengkap anak tersebut menjadi Ivanovich. Apabila nama anak Maria dan ayah bernama Ivan, maka nama lengkapnya menjadi Maria Ivanovna. Nama ketiga adalah nama keluarga yang sudah diturunkan lintas generasi.

 

5. Amerika

Suku-suku asli Amerika memiliki tradisi nama yang berbeda-beda. Suku Miwok sangat terikat dengan hewan dan keadaan alam sekitar. Nama diberi menyesuaikan dengan keadaan sungai saat bayi itu lahir. Suku Southwest Hopis menamai bayi di usia 20 hari dengan upacara unik, yaitu menggosok jagung di tubuh bayi dan menghadapkan wajah sang bayi ke arah matahari terbit. Nama diberikan ketika sinar matahari mengenai dahi bayi.

 

Suku Navajo menganggap nama adalah hal yang paling berharga, sehingga mereka tidak mengucapkan nama dengan sembarangan. Di hari-hari biasa, orangtua memanggil anak dengan panggilan ‘anak’. Saat dewasa, anak-anak Navajo dapat mengganti nama mereka berdasarkan kemampuan unik mereka melalui upacara meriah.

 

6. Amerika Puritan

Kebanyakan warga Amerika memakai nama-nama yang diambil tokoh-tokoh Alkitab. Seiring dengan berjalannya waktu, warga Amerika juga gemar menamai anak mereka dengan kata-kata sebenarnya. Seperti Joy, Charity, Mercy, dan Hope. Beberapa orangtua bahkan memberi nama yang unik dan bermakna gamblang, misalnya Fear God dan No Merit.

 

7. Hawaii

Orang-orang di Hawaii sangat percaya bahwa jauh sebelum seorang anak lahir roh pelindung telah mengirimkan nama kepada anggota keluarga Si Bayi. Nama ditunjukkan melalui tanda-tanda, penglihatan, dan mimpi. Selain itu, mereka juga percaya jika nama yang diberikan tidak digunakan, maka akan memberikan nasib buruk kepada anak. Terkadang, nama pemberian sedikit diubah untuk mengelabui roh jahat agar tidak bisa mengganggu Si Anak.

 

8. Amerika keturunan Afrika

Sejarah perbudakan menciptakan tradisi nama yang unik bagi bangsa Afrika-Amerika. Di masa perbudakan, pemilik budak biasa memberikan nama dewa dari mitologi Yunani kepada bayi-bayi budak mereka. Pemilik budak juga kerap memakaikan nama-nama Kristen untuk para bayi budak. Setelah masa perbudakan berakhir, orang keturunan Afrika di Amerika bebas memilih nama untuk anak-anaknya.

 

9. Argentina

Pemberian nama di Argentina mengikuti tren nama orang yang sedang populer pada masa itu. Misanya di era kejayaan Diego Maradona, pemain sepak bola terkenal dengan gol tangan Tuhannya. Saat itu, banyak anak yang dinamai dengan Diego.

 

10. Irlandia

Nama setiap anak di sebuah keluarga Irlandia ditentukan oleh urutan kelahiran. Anak laki-laki sulung memakai nama keluarga dari nama kakek pihak ayah. Anak kedua mendapat nama keluarga nama kakek dari pihak ibu. Anak ketiga dapat mendapat nama ayahnya. Lalu, anak ke-empat bisa saja mendapat nama dari paman tertuanya.

 

11. Polandia

Kebanyakan nama di Polandia diambil dari nama pastor atau orang suci dalam agama Kristen. Maka itu, adalah hal biasa apabila orang-orang Polandia merayakan namanya bersamaan dengan perayaan yang digelar untuk menghormati nama orang suci yang dipakainya. Selain itu, setiap orang memiliki 2 versi nama, nama panjang dan nama panggilan. Misalnya, Katarzyna dan Kasya.

 

12. Korea

Awalnya, hanya bangsawan yang diperbolehkan memiliki nama keluarga. Di masa dinasti Joseon aturan ini dihilangkan dan semua orang berhak punya nama keluarga. Sejak saat itu rakyat biasa berlomba-lomba untuk memilih nama-nama bangsawan. Hingga saat ini, hampir setengah dari populasi rakyat Korea menggunakan nama bangsawan Kim, Lee, dan Park.

 

13. Tiongkok

Di Tiongkok, menamai anak adalah proses yang serius. Mereka menggelar upacara Telur Merah dan Jahe sebagai pesta penamaan bayi saat bayi berusia sebulan. Orang-orang di Tiongkok tidak menamai anaknya sebelum melahirkan. Jadi, saat hamil ibu memanggil anaknya dengan sebutan khusus untuk menghindari gangguan roh jahat yang dipercaya dapat mengganggu janin. Nama panggilan itu digunakan hingga anak berusia 14 tahun. Mereka juga percaya bahwa setiap anak adalah unik sehingga nama mereka harus dapat menunjukkan itu.

 

14. Jepang

Masyarakat Jepang menamai anak mereka saat berusia 7 hari. Saat upacara, Si Anak akan memakai baju serba putih. Nama pilihan orangtua akan dituliskan di kertas khusus yang kemudian digantungkan di dinding ruang pesta. Pesta digelar dengan sangat meriah, penuh tawa dan makanan sebagai tanda kebahagiaan.

 

15. India

Perayaan pemberian nama dimeriahkan dengan sekumpulan ibu yang menyanyi sambil menggoyang tempat tidur bayi yang sudah mereka hias dengan bunga-bunga. Ibu dan nenek Si Bayi akan membawa kalung perak dan memakaikannya pada Si Bayi. Setelah itu, bayi diberkati dan dipasangkan bindi di dahinya. Sang Ibu akan membisikkan nama ke telinga Si Bayi, kemudian mengumumkan nama tersebut ke semua tamu.

 

16. Indonesia

Beberapa suku di Indonesia memakai sistem nama keluarga. Seperti suku-suku di Sumatera Utara, suku Ambon di Maluku, dan keturunan Arab di Indonesia. Sedangkan suku-suku di pulau Jawa tidak memakai sistem tersebut, kecuali para bangsawan. Di Bali, jauh unik lagi. Nama anak disesuaikan dengan kasta, jenis kelamin, dan urutan lahir. Di Indonesia saat ini pemberian nama tak lagi terpaku pada tradisi. Ini karena makin banyak orangtua yang memilih nama-nama dari negara Barat atau yang berbau religi. (Sandra Ratnasari/GAP/MA/Dok. Freepik)

share to BBM


RELATED ARTICLE

10 Tradisi Natal Unik di Seluruh Dunia



OTHER ARTICLES

Tips Memilih Botol untuk Buah Hati

Waspada! Picky Eater Bisa Sebabkan Stunting pada Anak

Bayi Ini Bangunkan Ibunya yang Koma selama 23 Hari

Mengajari Anak Cara Menerima Kekalahan

Moms, Ini Perubahan Positif pada Tubuh Usai Melahirkan