Mother&Baby Indonesia
Berenang saat Hamil, Amankah?

Berenang saat Hamil, Amankah?

Meski sedang hamil, sang calon ibu tetap dianjurkan untuk berolahraga. Tujuannya tentu saja agar tubuh Anda dan janin tetap sehat dan kuat. Namun perlu diingat, olahraga saat hamil sebaiknya dilakukan setelah Anda berkonsultasi dengan dokter, karena dokter biasanya mengizinkan olahraga ketika janin sudah cukup kuat untuk dibawa bergerak secara intens.

 

Salah satu olahraga yang mungkin menjadi favorit banyak orang adalah berenang. Olahraga dalam air ini menuntut tenaga di tangan dan kaki, agar tubuh bisa mengambang dalam air. Namun, tak jarang ibu percaya bahwa berenang bukanlah pilihan olahraga yang tepat saat hamil.



 

Faktanya, berenang sangat aman dilakukan, bahkan tidak berisiko apapun untuk seorang ibu hamil. Meski saran dokter tetap dibutuhkan sebelum Anda melakukannya, tapi berenang memang baik bagi ibu dan anak dalam kandungan.

 

Jika yang Anda takutkan adalah kandungan klorin dalam kolam renang sebenarnya tidak perlu. Karena kolam yang diklorinasi oleh petugas memiliki kandungan yang dikontrol dengan baik, sehingga tidak akan memberi dampak negatif pada Anda maupun bayi.

 

Berenang juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan ibu saat hamil, di antaranya:

1. Tidur lebih nyenyak, terutama bagi wanita yang mungkin sulit tidur selama kehamilan.

2. Olahraga yang mampu membakar kalori dan membuat Anda tetap aktif selama hamil tanpa kelelahan.

3. Selain membakar kalori, berenang juga dapat membentuk otot dan menambah kekuatan.



4. Olahraga berenang secara teratur dapat mengurangi pembengkakan dan retensi cairan.

5. Peningkatan sirkulasi dan fungsi jantung serta paru-paru juga akan ibu dapatkan selama hamil.

6. Rasa sakit dan nyeri selama kehamilan bisa berkurang dengan melakukan renang secara rutin.

 

Sebelum berenang, yang terpenting adalah melakukan peregangan agar Anda tidak mengalami kram saat bergerak. Lakukan gerakan yang aman, seperti gaya dada atau telentang menghadap langit. Jika timbul rasa sakit di kepala atau sampai pendarahan, segeralah menghubungi tim medis.

 

Lakukan olahraga renang ini tidak lebih dari 30 menit, hal ini dilakukan agar Anda tidak merasa lapar atau dehidrasi karena terlalu lama di dalam air. Perlu diingat untuk hindari berenang selama trimester pertama dan terakhir kehamilan. Ini untuk mengantisipasi kondisi tubuh bagi yang pernah keguguran, leher rahim melemah, atau selaput yang pecah.

 

Lakukan berenang hanya jika kegiatan ini bisa membuat Anda nyaman. Saat merasa lelah atau tidak nyaman, pastikan bahwa Anda segera keluar dari air. Ajak suami atau teman lain ketika berenang agar dapat membantu jika Anda membutuhkan bantuan. Selamat berenang, Moms! (Vonia Lucky/TW/Dok. Freepik)



Tags: ibu,   hamil,   berenang,   olahraga








Cover Maret 2020