Mother&Baby Indonesia
5 Kesalahan Saat Bercinta Untuk Punya Anak

5 Kesalahan Saat Bercinta Untuk Punya Anak

Ada banyak saran di luar sana ketika Anda dan pasangan mencoba untuk memiliki anak. Keputusan untuk ‘mencoba’ melakukannya memang menjadi satu tantangan tersendiri. Anda pun langsung ingin bisa hamil dalam waktu yang cepat.

 

Sayangnya, mungkin saran yang Anda dan pasangan ikuti kurang tepat. Anda malahan melakukan lima hal yang sebenarnya adalah kesalahan umum yang dilakukan suami istri. Zita West, seorang ahli kesuburan yang berbicara di The Fertility Show, berbagi nasihatnya tentang pendekatan terbaik untuk kesalahan berikut ini:

 

1. Hanya berhubungan seks selama periode ovulasi

Beberapa pasangan mencoba untuk 'menabung' sperma untuk periode ovulasi, dan kemudian nyaris tidak berhubungan seks sama sekali sepanjang bulan. Memang benar bahwa Anda sedang berada pada periode paling subur selama masa ovulasi ini. Namun, bercinta tetap bisa dilakukan setiap dua atau tiga hari secara rutin sepanjang bulan untuk memaksimalkan peluang kehamilan Anda.

 

2. Bermain-main dengan ovulasi

Anda mungkin memiliki alat prediksi ovulasi, atau Anda memetakan suhu tubuh basal, atau juga menggunakan metode kalender untuk mencoba mengidentifikasi ovulasi. Hal ini membuat Anda berpikir hanya bisa hamil saat masa ovulasi, namun hal ini mungkin sudah terlambat.

Setelah ovulasi, sel telur hanya dibuahi selama 24 jam. Jika Anda salah tentang ovulasi, maka harus menunggu untuk mencoba lagi di bulan berikutnya. Selain itu, sperma juga hanya memiliki potensi untuk bertahan hidup hingga 24-48 jam.

Dengan kondisi ini, sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan hubungan seks pada hari-hari alternatif 4 hingga 6 hari sebelum ovulasi dan terus melakukannya selama 4 hingga 6 hari setelahnya.

 

3.Berhubungan seks sesering mungkin

Beberapa pasangan menganggap bahwa hamil adalah formula sederhana: semakin sering melakukan hubungan seks, semakin mudah dan cepat Anda akan hamil. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar, bahkan bisa menimbulkan masalah.

Jika untuk tujuan reproduksi saja, melakukan hubungan seks beberapa kali sehari atau bahkan setiap hari bisa menyebabkan 'kelelahan'. Hal ini juga membuat pasangan mungkin mulai memandang seks sebagai ‘tugas’ pra-ovulasi atau hanya untuk memiliki anak.

 

4. Mengabaikan kesehatan diri sendiri

Untuk memaksimalkan kesuburan Anda, penting untuk menjaga nutrisi dan gaya hidup sehat. Selain itu, kehidupan kerja, hubungan pernikahan, dan pengetahuan tentang kesuburan juga perlu dijaga dan dipahami dengan baik.

Menurut Zira West, ada lima cara terbaik untuk memulai tahap kehamilan, yaitu medis, nutrisi, hubungan, pola pikir, dan gaya hidup. Jadi, pikiran, tubuh, faktor emosional dan psikologis, seperti tingkat stres atau pola makan yang buruk, dapat memengaruhi peluang pembuahan Anda.

 

5. Tidak berkonsultasi

Banyak dari pasangan, pria ataupun wanita yang malu mengakui masalah kesuburan mereka. Hal ini menjadi masalah saat ingin memiliki anak, terutama setelah mencoba selama satu tahun atau telah memasuki usia 30 tahun.

Maka, penting untuk Anda dan pasangan berkonsultasi secara medis. Banyak pasangan juga salah berasumsi bahwa wanita itu mungkin memiliki masalah, padahal sebenarnya, 15 persen masalah kesuburan terjadi pada pria dan sekitar 25 persen memiliki masalah kesuburan terjadi di antara keduanya. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   seks & pernikahan,   sulit punya anak








Related Article