Mother&Baby Indonesia
6 Tips Cegah Depresi Pasca Melahirkan

6 Tips Cegah Depresi Pasca Melahirkan

Hamil hingga melangsungkan proses persalinan menjadi satu momen yang berharga bagi seorang wanita. Rasa bahagia tentu dirasakan karena hadirnya Si Kecil yang telah dinanti di dalam keluarga. Namun, tak sedikit dari para ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan.

Kondisi yang juga dikenal dengan psikosis postpartum ini tergolong gangguan mental berat dan membutuhkan penangan medis secara khusus. Namun, Anda bisa mempercepat waktu pemulihan dengan melakukan beberapa hal ini:


1. Memilih gaya hidup sehat. Lakukan aktivitas fisik, seperti berjalan-jalan dengan bayi setiap pagi atau sore hari selama masa kehamilan dan tubuh sudah mampu beraktivitas pasca persalinan. Selain itu, makanlah makanan yang sehat dan hindari konsumsi alkohol.




2. Membuat ekspektasi yang realistis. Sebelum melahirkan, jangan memaksa diri untuk bisa melakukan semua segala hal baik rutinitas maupun pekerjaan yang biasa dijalani. Lakukan apa yang Anda bisa dan tinggalkan kegiatan berat yang dapat membuat Anda lelah, khususnya saat hamil besar.

Jangan segan untuk meminta bantuan pada orang terdekat atau pasangan jika Anda membutuhkan.


3. Cari informasi yang benar. Kemajuan teknologi saat ini membuat siapa saja mencari informasi melalui internet secara bebas. Jika tidak memilah secara bijak, maka informasi yang didapat terutama saat masa kehamilan dan setelah melahirkan akan bisa berbanding terbalik dengan kenyataan yang dijalani.

Jadi, usahakan untuk mencari informasi yang tepat dan terbukti secara medis faktanya untuk dijadikan pedoman.


4. Luangkan me time. Saat Anda merasa tertekan atau stres, carilah waktu untuk diri sendiri. Pergilah ke suatu tempat yang mampu menenangkan atau bertemu dengan teman dekat Anda.



Cari bahasan yang ringan dan mampu membuat Anda tertawa. Cara lainnya dengan melakukan pekerjaan rumah atau menjadwalkan waktu bersama dengan pasangan.


5. Berikan stimulasi positif pada diri sendiri. Ketika situasi negatif tiba-tiba menghampiri, cobalah untuk tetap berpikir positif. Ubah cara Anda dalam berpikir dan bertindak untuk menghadapi satu kondisi tertentu.

Melakukan kursus singkat atau terapi perilaku kognitif dapat membantu Anda mempelajari bagaimana mengelola dan menangani situasi tersebut.


6. Hindari isolasi diri. Ceritakan apa yang Anda rasakan dengan pasangan, keluarga dan teman-teman. Tanyakan ibu-ibu lain mengenai pengalaman mereka yang bisa pulih dari rasa depresi atau gangguan psikosis postpartum.

Bisa juga dengan bertanya kepada dokter Anda tentang kelompok dukungan lokal untuk ibu baru atau wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan. (Vonia Lucky/MA/Dok. Freepik)



Tags: panduan ibu baru,   psikosis postpartum,   depresi pasca melahirkan,   cara mencegah depresi