Mother&Baby Indonesia
9 Tanda Si Kecil Idap Disleksia

9 Tanda Si Kecil Idap Disleksia

Ketika kemajuan Si Kecil tidak sepesat teman sebayanya, jangan langsung menganggapnya kurang pandai atau malas, Moms. Mungkin Si Kecil mengalami gangguan belajar alias disleksia. Yuk, kenali gejala-gejalanya.

 



1. Pelupa. Penyandang disleksia biasanya hampir setiap saat pelupa, melebihi teman sebayanya.

 

2. Gangguan Berbahasa. Balita yang mengalami disleksia sulit mengutarakan maksudnya karena memiliki gangguan bahasa. Ia juga kesulitan membedakan unit bunyi terkecil dari suatu huruf (phonological awareness) misalnya 'taman' dan 'tanam', mengungkapkan sesuatu dengan istilah tak tepat, sulit bercerita secara runut, sulit memahami istilah 'lebih besar/banyak', 'lebih kecil/sedikit dari', 'persamaan', 'perbedaan', 'sebelum', 'sesudah', menggunakan istilah 'atas' dan 'bawah', 'maju' dan 'mundur'.

 

3. Menulis Terbalik. Saat menulis, balita akan menuliskan huruf atau lambang bilangannya terbalik. Gejala ini sering digeneralisasi sebagai pertanda khas dan pertanda tunggal disleksia. Padahal, tidak demikian adanya. Anak disleksia melakukan hal ini lebih konsisten dan lebih sulit dikoreksi.

 

4. Sulit Mengurut Abjad. Menyusun atau menyebutkan huruf-huruf dalam abjad secara secara tepat menuntut keterampilan merunut dan working memory. Karena itu, sering kali hal ini merupakan kegiatan yang sulit dilakukan bagi anak disleksia usia pra-sekolah.

 

5. Kesulitan Koordinasi. Gejala disleksia yang paling mudah terlihat di usia pra-sekolah adalah kesulitan dalam koordinasi gerakan motorik, seperti sering terjatuh, sering menabrak benda, atau sering tersandung. Sekalipun gejala ini tidak terlihat, tetap patut Anda perhatikan ya, Moms.



 

6. Sulit Beraktivitas. Anak diseleksia sulit melakukan aktivitas dengan keterampilan motorik halus seperti mewarnai, pattern tracking, menggunting, mengancing baju, memakai kaos kaki, dan sebagainya.

 

7. Respons Lambat. Ketika diberi tugas atau instruksi, anak disleksia cenderung lambat dalam mengerjakannya (slow processing speed). Gejala ini mudah dikenali pada saat setting belajar di sekolah.

 

8. Kehilangan Barang. Anak disleksia sering kehilangan barang miliknya, seperti, kehilangan pensil, botol minum, atau jepit rambut.

 

9. Riwayat Disleksia. Jika ada riwayat disleksia dalam keluarga, maka dugaan disleksia akan semakin kuat dengan dukungan gejala-gejala yang sudah ditunjukan.

 

(Donna Ch. Asri/ Binar MP/SW/dok.freepik)



Tags: disleksia,   anak disleksia,   balita disleksia








Related Article