Mother&Baby Indonesia
8 Penyebab Bayi Menangis

8 Penyebab Bayi Menangis

Selain menangis, bayi juga menggunakan suara dan perilaku untuk memberi isyarat kepada orangtuanya. Dengan mengenali tandanya, Moms dapat lebih mudah mengetahui penyebab di balik tangisan Si Kecil. Apa saja ciri-cirinya? Dan apa penyebab bayi menangis? Simak di bawah ini.

 

1. Lapar



Si Kecil mengisap tangan atau jari, menggerakan bibir, atau memalingkan wajah ke arah Anda biasa menyentuh pipinya untuk memberi ASI. Tangisannya akan berirama dan berulang, kemudian menjadi semakin keras dan tidak kunjung berhenti.

 

2. Tidak nyaman

Ketika bayi kurang istirahat dan gelisah, ia akan menggerutu, alih-alih menangis. Suaranya akan terdengar seperti merengek dan membutuhkan waktu yang cukup lama sampai benar-benar menangis, jika tidak ada yang merespons.

 

3. Kelelahan

Si Kecil akan mengucek mata, terlihat gelisah, sayu, dan akan terengah-engah saat menangis. Dimulai dengan tangisan kencang, hingga lebih tenang. Menangis akibat kelelahan akan lebih mudah ditenangkan dibanding dengan penyebab lainnya.

 

4. Sakit

Suaranya akan keras dengan nada dan intensitas tinggi dari awal. Matanya akan tertutup dan wajahnya tampak mengernyit dengan mulut yang terbuka.

 



5. Takut

Si Kecil akan menangis dengan mata tetap terbuka, ketika merasa takut. Tatapannya akan terlihat menerawang, disertai dengan perilaku menarik kepala ke belakang. Secara bertahap, ketegangannya akan meningkat dan berakhir dengan tangisan yang “eksplosif”.

 

6. Terlalu banyak stimulasi

Gerakan menyentak, memalingkan wajah, dan menyingkirkan benda dengan tangan bisa jadi tanda terlalu banyak stimulasi yang diterima. Tangisan Si Kecil akan lebih pendek dan terputus-putus.

 

7. Masuk angin atau kolik

Ia akan terlihat gelisah, menggeliat, meringis, dan menarik lututnya ke arah dada. Suara tangisan pendek dan terdengar seperti mendengkur, menandakan Si Kecil terkena masuk angin. Tapi, jika suaranya nyaring dan tidka kunjung berhenti, adalah tanda dari kolik.

 

8. Merasa sakit

Kebanyakan Moms mengenali tangisan ini, sebagai 'sesuatu yang tidak benar' atau 'berbeda dari biasanya'. Suara Si Kecil akan terdengar lemah dan menyedihkan atau bahkan sebaliknya, nyaring dan terus-menerus.

(Claudia Carla Sonia Septiara/OCH/MA/Dok. Freepik)



Tags: tumbuh kembang bayi,   bayi menangis,   bayi kolik,   info bayi










Cover April 2020