Mother&Baby Indonesia
Jangan Langsung Beri Makanan saat Bayi Rewel, Karena…

Jangan Langsung Beri Makanan saat Bayi Rewel, Karena…

Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah mulai bisa diberikan makanan pendamping ASI. Hal ini ternyata membuat orang tua beranggapan bahwa setiap anak menangis, maka lebih baik memberinya makanan. Padahal tindakan ini dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

 

Sebuah penelitian dilakukan untuk mempelajari temperamen bayi dan cara ibu menenangkan mereka di usia enam bulan. Penelitian yang dilakukan selama satu tahun ini menemukan bahwa ibu yang memberi makanan sebagai metode menenangkan, membuat Si Kecil mengalami peningkatan berat badan.



 

Hal tersebut diungkapkan oleh Cynthia Stifter, seorang profesor pengembangan manusia dan psikologi di Penn State. Menurutnya, orang tua yang memberi makan bayi untuk menenangkannya atau saat kondisi ia tidak lapar, dapat membuat Si Kecil cenderung makan karena kesenangan bukan saat mereka memang harus makan.

 

“Jika Anda memberikan makanan untuk membuat anak merasa lebih baik, dapat menyebabkan mereka mencari makanan lebih sering saat dewasa nanti,” jelas Stifter. Dari sini, bisa terlihat bahwa perilaku atau tempramen bayi dapat mempengaruhi sikap orang tuanya.



 

Menurut Stifter, orang tua harus mencari cara lain untuk membuat anakya lebih tenang ketika sedang rewel dan sulit ditenangkan. Meski tak jarang mereka memilih makanan sebagai cara terakhir, namun hal ini bukan sesuatu yang baik karena dapat menyebabkan obesitas pada Si Kecil.

 

Meski penelitian ini harus ditindak-lanjuti, namun penelitian lain menunjukkan bahwa kenaikan berat badan yang cepat dapat membuat anak berisiko obesitas. Maka, orang tua harus mulai belajar cara memberikan makan pada bayi mereka agar lebih bijak lagi. (Vonia Lucky/TW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   makan,   dampak,   rewel