Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 19 Maret 2018 / Redaksi

Mengambil Pelajaran dari Meninggalnya Istri Kedua Opick

Wulan Mayasari, istri kedua penyanyi Opick, dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya janin yang dikandungnya meninggal terlebih dahulu. Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, menuturkan bahwa angka kasus kematian ibu saat hamil sendiri memang sangat tinggi. Padahal, hal itu dapat dicegah.

 

Cara untuk mencegahnya, wanita harus cerdas dengan mengatur jarak kehamilan, sering cek kesehatan bila umur sudah tua dan menyiapkan diri. Mulai dari mengetahui penyebab kematian saat kehamilan, sampai menjaga stamina tetap prima. Hal itu agar kematian ibu saat hamil bisa dicegah.

 

Adapun di bawah ini kami sudah mengumpulkan penyebab kematian saat hamil. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasannya di bawah ini.

 

Pendarahan

Biasanya terjadi saat kehamilan masih muda atau trimester pertama. Menurut Dr dr. Bramundito Sp.OG, Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSPI-Pondok Indah, pendarahan, khususnya dalam jumlah melebihi haid, sudah indikasi terjadinya keguguran.

 

Preklamsia

dr. Bramundito juga menjelaskan bahwa dua penyebab kematian ibu saat hamil ialah pendarahan baru setelah itu preklamsia ( tekanan darah tinggi pada masa kehamilan). Tanda-tanda dari preklamsia ialah munculnya pendarahan hebat dan kemudian muncul kram perut dan keluarnya darah beku. Hal itu bisa terjadi karena tekanan datang membuat disfungsi beberapa organ seperti, paru, ginjal, dan hati.

 

Mengalami plasenta previa

Apa itu plasenta previa? Ini ialah kondisi di mana pertumbuhan plasenta (ari-ari) sebagai pemberi nutrisi dan oksigen bagi janin menutupi seluruh atau sebagian dari mulut rahim. Efeknya, muncul pendarahan hebat secara tiba-tiba – yang kadang-kadang disertai kontraksi.

Menurut penuturan dr. Azen Salim, Sp.OG-KFM, Spesialis Kebidanan dan Kandungan, konsultan Fetomaternal RSPI-Pondok Indah, pendarahan kerap terjadi diakhir trimester II dan trimester III.

 

Pangggul bermasalah

Ya, ini juga menjadi faktor membuat ibu mengalami kematian saat masa kehamilan, khususnya saat melahirkan. Itu karena panggul memengaruhi cepat lambatnya wanita melahirkan. Dan, vitamin D ialah kandungan yang bertanggung jawab atas perkembangan tulang panggul. Apakah tulang panggul yang Anda miliki bakal membahayakan Anda, sebaiknya mengecek ke dokter kandungan.

 

Kurang perawatan saat hamil

Wanita yang sedikit lagi hendak melahirkan membutuhkan stamina yang prima. Karena proses melahirkan menghabiskan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Untuk bisa memilikinya, wanita perlu mengambil kelas kehamilan atau banyak berjalan di pagi hari. Sebab, bila tidak menyiapkan diri secara fisik, kelemahan atau kehabisan tenaga saat masa mengejan bisa membahayakan bayi dan ibunya. Demikian seperti dilansir laman Belly Belly.

 

Terkena sepsis atau infeksi darah

Dijelaskan dr. Katharine Wenstrom, profesor kebidanan dan ginekologi di Universitas Brown, sepsis terjadi karena masuknya bakteri atau mikro organisme lain ke dalam tubuh. Hal ini makin meningkat risiko kalau wanita pernah melakukan aborsi ilegal. Mengapa? Karena dampak aborsi memengaruhi sistem dan semua jaringan dalam rahim.

 

“Dalam kondisi konkret, banyak orang yang mengambil tindakan aborsi ilegal begitu hamil dia tidak menyadari bahwa bayinya sudah keguguran,” terang Katherine. (Qalbinur/Dok. Freepik)

 

share to BBM


RELATED ARTICLE

Ini dia Cara Persiapkan Kehamilan Anda

10 Manfaat Makan Brokoli saat Hamil

Berapa Porsi Makan Ideal saat Hamil? Tanya Dokter Yuk!



OTHER ARTICLES

6 Tips untuk Kembalikan Energi Anda

Kuis: Apa Jenis Picky Eater yang Dialami Anak Anda?

Waspada! Sering Mencium Bayi bisa Sebabkan Meningitis

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Angelique Widjaja: Tanamkan Kesopanan pada Anak