Mother&Baby Indonesia
Pergi Jauh saat Hamil? Ikuti Saran dari Para Ahli Ini

Pergi Jauh saat Hamil? Ikuti Saran dari Para Ahli Ini

Masa kehamilan bukan berarti Anda hanya berdiam diri di rumah. Anda tetap bisa melakukan pekerjaan atau berjalan-jalan dengan jarak destinasi yang cukup jauh. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan pergi atau travelling saat hamil, baik di trimester pertama hingga trimester ketiga.

 

Perlu diingat bahwa usia kehamilan 14 sampai 30 minggu menjadi saat yang pas untuk melakukan perjalanan yang jauh dan lama. Selain itu, beberapa ahli pun memberikan saran terbaik mereka untuk para calon ibu yang hendak melakukan pekerjaan atau sekedar berlibur ke destinasi di dalam maupun luar negeri.



 

Bepergian Jalur Darat

Saat Anda hamil dan ingin bepergian menggunakan jalur darat, di sarankan dokter untuk membatasi waktu perjalanan sampai enam jam dalam satu hari. Hal ini untuk menjaga aliran darah agar tetap normal. Penting diingat untuk jangan berkendara seorang diri dengan jarak tempuh jauh. Ajak pasangan atau teman lain agar bisa bergantian mengendarai, Anda pun bisa istirahat di tengah perjalanan.

 

Pastikan bahwa Anda membawa persediaan makan dan minuman mineral yang cukup. Jadwalkan juga waktu istirahat yang teratur untuk menjaga sirkulasi pernapasan serta pergi ke kamar kecil. Cari tahu rumah sakit terdekat, terutama saat berada di daerah pedesaan. Hal ini memungkinkan Anda untuk melakukan pengecekan tentang kehamilan.

 

Jika Anda ingin mencegah rasa mual atau mabuk mobil, baik untuk menggunakan perangkat penghilang mual atau konsumsi obat seperti Benadryl, saran dari Sheila Chhutani, MD, seorang ob-gin di Texas Health Presbyterian Hospital Dallas.

 

Pakai juga sabuk pengaman sebagai alat penyelamat pertama. Untuk tetap merasa nyaman, beri jarak sekitar 25cm antara tempat duduk dengan dasbor mobil. Hal ini akan membuat Anda dan calon bayi tetamn nyaman dan aman selama perjalanan.


Pergi ke luar negeri

Selama hamil, Anda tentu boleh melakukan perjalanan internasional. Namun, usahakan untuk tetap melakukan pengecekan dengan dokter dahulu sebelum pergi. Risiko perjalanan ke negara lain juga perlu dipertimbangkan, baik dari penyakit yang sedang mewabah atau kondisi linkungan.

 

Di beberapa negara, seperti Amerika saat ini sednag menyebar virus flu yang cukup berbahaya. Karenanya Anda mungkin membutuhkan vaksin untuk menjaga daya tahan tubuh Anda dan janin. Jika tidak memungkinkan, maka Anda harus bersiap diri untuk membatalkan perjalanan.

 



Kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting, seperti air yang tercemar atau polusi udara yang tinggi. Maka sebelum pergi, berkonsultasi dengan dokter menjadi penting untuk dilakukan.

 

 

Selain itu, makanan juga perlu diperhatikan. Biasanya dokter akan melarang Anda untuk mengonsumsi makanan yang mengandung produk susu agar tidak muncul alergi akan laktosa pada bayi nantinya.

 

Hindari juga kegiatan yang berisiko tinggi seperti ski, hiking, atau menunggang kuda. Berenang atau scuba diving di dalam laut juga berbahaya bagi perkembangan janin. Saat ingin relaksasi, Dr. Chhutani menyarankan agar tidak melakukan sauna dan berbaringlah dengan posisi miring saat dipijat.

 

Tuntutan Pekerjaan

Jika pekerjaan Anda menuntut harus dinas ke luar kota atau luar negeri, bicarakan dengan atasan mengenai kebijakan perjalanan dinas saat kehamilan. Hal ini untuk membantu menjaga kesehatan Anda dan janin agar lebih aman.

 

Tapi sebenarnya, perjalanan jauh tetap boleh dilakukan jika Anda tidak mengalami tekanan darah tinggi atau pendarahan. Hal ini dikatakan oleh Robyn Horsager-Boehrer, MD, seorang dokter kandungan di Pusat Kesehatan UT, Dallas.

 

Sebagai antisipasi, mintalah surat keterangan pada dokter mengenai kondisi kehamilan Anda. Hal ini dilakukan juga bisa membantu pemeriksaan ketika Anda berkonsultasi dengan dokter saat melakukan perjalanan. Yang terpenting, Anda harus tetap santai dan relaks selama perjalanan. (Vonia Lucky/TW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   perjalanan,   babymoon,   traveling,   tips,   dokter,   kandungan,  








Cover Januari - Februari 2020