Mother&Baby Indonesia
Anak Kejang? Begini Cara Menanganinya, Moms

Anak Kejang? Begini Cara Menanganinya, Moms

Dijawab oleh Dr. dr. Irawan Mangunatmadja, Sp.A (K), ahli syaraf anak, RS. Cipto Mangunkusomo - Kencana.

 

TANYA



Halo... Saya Indri, saya punya anak yang menderita epilepsi. Saya masih bingung mengenai cara menangani epilepsi kalau penyakitnya sedang kambuh, yaitu kejang-kejang. Karena, sering saat saya mau memberikan pertolongan kejangnya sudah berhenti. Niatnya, saya ingin share juga ke suami saya caranya agar kompak dalam memberi penanganannya.

Indri, 40 tahun, Situbondo.

 

JAWABAN

Halo Mom Indri, untuk cara menangani kejang pada anak, perlu diketahui dulu di antara semua bentuk kejang, kejang umum tonik-klonik adalah kejang yang paling menakutkan dan berlangsung lebih lama dari bentuk kejang yang lain.

 

Mulanya ditandai dengan anak menangis, tubuh, tangan dan kaki tampak kaku (biasanya hanya berlangsung selama 30-60 detik). Kemudian, diikuti kaki dan tangan kelojotan (berlangsung 30-60 detik), kadang disertai trauma seperti lidah tergigit dan mengompol. Napas pun tampak berat dan bisa berhenti beberapa detik. Biasanya berlangsung selama satu atau dua menit, setelah serangan anak tampak bingung, lelah dan anak kembali tidur.

 

Beberapa hal yang harus dilakukan jika anak mengalami kejang umum tonik-klonik adalah sebagai berikut:

  • Jauhkan benda-benda yang bisa membuat anak terluka (benda tajam atau panas)

  • Baringkan anak pada permukaan yang datar dan lunak atau mirikan pada satu sisi tubuhnya.



  • Longgarkan pakaian atau apapun di sekitar leher.

  • Letakkan bantal atau benda lain yang lunak di bawah kepala.

  • Catat lamanya kejang. Sebagaian besar dokter atau tenaga medis tidak menyaksikan kejang, sehingga laporan orang tua atau pengasuh sangat penting, khususnya bentuk kejang, lama kejang, frekuensi kejang, interval di antara kejang, apa yan terjadi pada anak sebelum, selama, dan setelah kejang.

  • Jika serangan kejang sudah berkurang pastikan napas anak tidak tersumbat, dan amati apakah pola pernapasan kembali normal.

  • Dampingi anak sampai betul-betul bangun dan sadar, bantu anak untuk orientasi kembali.

 

Sementara hal-hal yang tidak boleh dilakukan pada saat anak kejang ialah sebagai berikut:

  • Jangan memasukanan apa pun (sendok atau jaringan) termasuk mminuman atau obat ke dalam mulut anak, tunggu sampai anak betul-betul bangun dan sadar. Ada mitos yang mengatakan bahwa memberikan pada saat anak kejang bisa menghentikan atau mencegah serangan. Hal ini tidak betul.

  • Jangan menahan gerakan-gerakan anak pada saat serangan.

  • Jangan melakukan resusitasi jantung-paru pada saat serangan.

 

Semoga bisa membantu ya, Mom Indri. (Qalbinur Nawawi/Dok. Freepik)



Tags: epilepsi,   anak,   kesehatan,   penyakit,   menular,   pakar,   tips,   konsultasi,   ahli








Cover Januari - Februari 2020