Mother&Baby Indonesia
Berat Badan Turun dengan Makan Lebih Banyak

Berat Badan Turun dengan Makan Lebih Banyak

Keinginan punya berat badan ideal  tidak perlu harus melakukan diet ketat lho, Moms. Entah mengurangi setengah porsi makan atau atau menghindari camilan di tiga sesi makan harian kita. Ya, Anda juga bisa mengonsumsi makanan sampai perut kenyang tanpa harus mengurangi porsi makan, atau bahkan lebih banyak.

 

Caranya, mengonsumsi makanan berserat tinggi. Ya, itulah kunci agar Anda bisa membuat perut kenyang tanpa menambah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Nah, seperti apa penjelasan lengkapnya. Simak ilustrasinya di bawah ini yuk, Moms.



 

Sarapan

Anda bisa memulai dengan mengonsumsi asupan protein, seperti telur, ikan atau aneka jenis daging (ayam dan sapi). Sebab studi sudah menemukan, mengonsumsi dua telur setiap pagi membuat peserta penelitian mengonsumsi lebih sedikit kalori ketimbang mereka yang makan makanan lain. Alasannya, karena telur bisa membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

 

Camilan pagi jelang siang

Beberapa ahli nutrisi kerap menyarankan pediet mengonsumsi buah saat mencoba diet pertamanya. Itu karena buah mengandung air dan serat yang membuat perut cepat penuh tapi tak menambah kalori dalam tubuh. Buah apa saja, perhatian bisa Anda arahkan ke buah apel, pir, anggur, dan pisang.

 



Makan siang

Karena studi Pennsylvania State University sudah menunjukan bahwa orang mengonsumsi roti gandum lebih mudah menghilangkan lemak, Anda bisa juga menjadikannya pilihan ya, Moms. Itu karena roti gandum tinggi serat dan rendah kadar glikemik yang mampu mengenyangkan perut sekaligus menjaga kadar gula darah tetap normal. Soal isi roti gandum, kami serahkan pada Anda – selera Anda. Kami yakin sebagai ibu cerdas, Anda sudah tahu apa lauk sehat yang harus dimasukan dalam roti gandum.

 

Makan malam

Siasat yang ampuh yang bisa Anda lakukan ialah mengonsumsi makanan berkomposisi air, semisal sup. Mengapa? Karena air dan serat – lewat kentang dan wortel – yang dikunyah itu akan membuat selera makan menurun atau perut cepat penuh. Efeknya, asupan kalori yang masuk tidak banyak.

 

Nah, kira-kira kalau Anda bisa menyediakan menu diet seperti itu, apakah Anda akan tersiksa dalam menjalani diet? Dan, apakah Anda bisa menurunkan berat badan dengan mengonsumsi banyak makan (serat)? (Qalbinur Nawawi/Dok. Freepik)



Tags: diet,   nutrisi,   kesehatan,   lemak,   tubuh,   ramping








Cover Januari - Februari 2020