Home - Kehamilan & Persalinan - Panduan Ibu Baru / 13 Februari 2018 / Redaksi

Waspada Pre-eklamsia Pasca Melahirkan, Moms!

Sebuah penelitian yang dilakukan badan amal Blood Pressure, UK, menunjukkan bahwa ibu yang mengalami pre-eklamsia saat hamil tetap memiliki tekanan darah tinggi pasca melahirkan. Hal ini tentu mengejutkan, karena kondisi tersebut kemungkinan besar tidak terdeteksi saat sedang memeriksakan diri ke dokter.

 

“Jadi, fakta bahwa lebih dari separuh kasus ibu dengan tekanan darah tinggi tidak mendapatkan penanganan dari dokter,” jelas Katharina Jenner peneliti sekaligus perwakilan Blood Pressure UK. Hasil dari penelitian ini pun dimaksudkan agar bisa mendorong para wanita, khususnya yang mengalami pre-eklamsia saat hamil. Mereka diminta untuk tetap memonitor tekanan darahnya di rumah agar bisa mendapatkan penanganan medis lanjutan.

 

Rutin Pantau Tekanan Darah Pasca Melahirkan

Dr. Philip Lewis, pengelola klinik tekanan darah dan bersalin di Stockport, NHS Foundation Trust juga mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut penting untuk dipahami para ibu. Ia berharap agar para ibu baru bisa memantau tekanan darah 24 jam sehari, selama satu tahun pasca melahirkan.

 

“Penyakit Hipertensi yang tersembunyi adalah yang paling berbahaya. Hal ini dikarenakan penderita meyakini bahwa kondisinya baik-baik saja. Dengan begitu, ia tidak perlu repot-repot kontrol atau berobat ke dokter,” tambah Dr. Philip.

 

Dengan melakukan pengecekan tekanan darah pasca melahirkan selama 24 jam dalam satu tahun, tentu dapat mengidentifikasi risiko yang akan terjadi. Ibu yang mengalami pre-eklamsia saat hamil pun nantinya bisa mendapatkan penanganan yang tepat sebagai pencegahan.

 

Mengancam Ibu dan Bayi

Pre-eklamsia sendiri adalah kelainan yang muncul pada tahap akhir kehamilan dan ditandai dengan tekanan darah tinggi serta kelebihan protein dalam urin. Pre-eklamsia ringan mempengaruhi 6% kehamilan dan kondisi terparah dapat mempengaruhi sekitar 1-2% kehamilan. Meski hanya kasus ringan, kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan bayi jika tidak dipantau dan diobati.

 

Kondisi ini sendiri merupakan penyebab utama terjadinya kematian ibu dan anak di seluruh dunia. Karenanya, perawatan dan pemantauan  secara teratur sangat penting untuk menghindari komplikasi serius. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan pre-eklamsia adalah dengan melahirkan sang bayi.

 

Namun, menurut Prof. Basky Thilaganathan, konsultan kebidanan dan juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynecologists, kondisi pre-eklamsia ini bisa terjadi pada siapapun calon ibu. Sehingga membutuhkan tes dan pemeriksaan lebih lanjut terkait hal tersebut. (Vonia Lucky/TW/Dok. Freepik)

share to BBM





RELATED ARTICLE

Waspada! Ibu Baru Rentan Mengalami Hipertensi

10 Cara Meredakan Sakit Punggung Pasca-Melahirkan

5 Fakta di Balik Mitos-mitos Menyusui



OTHER ARTICLES

Tips Memilih dan Memasang Car Seat untuk Balita

Asah Kemampuan Berpikir Si Kecil dengan Cara Ini, Moms!

Cara Sembuh dari Trauma Persalinan

Kondisi Kesehatan bisa Dilihat dari Kuku

Waktu yang Tepat untuk Mengejan saat Melahirkan