Home - Kesehatan - Gaya Hidup Sehat / 12 Februari 2018 / Redaksi

Forsir Tenaga saat Berolahraga Berisiko Terkena Stroke?

Forsir Tenaga saat Berolahraga Berisiko Terkena Stroke?

Sudah jadi karakter manusia jika sedang bersemangat cenderung ingin melakukan apa pun yang dengan cepat. Seluruh kemampuan dikerahkan dengan harapan mendapatkan hasil terbaik. Sayangnya, sikap ini tidak berlaku di olahraga. Latihan olahraga haruslah diawali dengan lambat dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan tubuh, bukan sesuai keinginan ataupun emosi.

 

Ya, dijelaskan dr. Michael Triangto, Sp.KO, dokter spesialis dokter olahraga Slim + Health Sports Therapy dan penulis buku Jalan Sehat dengan Sports Therapy, jika belum pernah melakukan joging, maka sebaiknya tidak melakukan Iari, terlebih lagi selama 30 menit terus-menerus. Lebih baik melakukan jalan sehat selama 30 menit. Setelah melakukan beberapa lama, kecepatan berjalan boleh ditingkatkan, sampai akhirnya sampai pada tahap joging selama 30 menit.

 

Setelah mampu melakukan joging barulah mencoba untuk melakukan olahraga lari. Mungkin tidak Iangsung selama 30 menit, tetapi diawali dulu dengan 20 menit, sedikit demi sedikit dapat dinaikkan Iamanya sampai pada 30 menit.

 

“Hal yang sama juga dilakukan pada kekerapan Iatihan dari dua kali seminggu perlahan-lahan bertambah sampai menjadi tiga kali bahkan Iima kali per minggu,” ungkapnya dalam bukunya, ditulis Jumat (9/2/2018)

 

Mengapa Iatihan jalan sehat harus dilakukan secara perlahan-Iahan? Jika Iatihan Iangsung dengan kecepatan tinggi, maka tubuh tak mendapat waktu yang cukup untuk beradaptasi.

 

Yang terjadi adalah tubuh akan memberikan respons terhadap beban yang diberikan pada tubuh secara berlebihan dengan cara mengencangkan otot-otot tubuh. Dimana hal itu menghimpit pembuluh darah dan pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. Pada penderita penyakit tekanan darah tinggi yang melakukan olahraga berat, tekanan darahnya akan jadi bertambah tinggi dan dapat menimbulkan bahaya serangan jantung atau stroke.

 

 

“Banyak orang meninggal saat olahraga – entah karena main futsal, sepak bola dan olahraga lainnya – inilah alasannya. Jadi, jangan memforsir semua tenaga saat berolahraga, apalagi bila Anda orang yang termasuk jarang berolahraga,” tegas dokter Michael. (Qalbinur Nawawi/Dok. Freepik)







RELATED ARTICLE

Benarkah Jalan Tanpa Sepatu Lebih Baik?

Bergerak Sambil Bermain Gadget? Bisa Kok, Moms!

Gampang Sinis? Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebabnya!



OTHER ARTICLES

Selamat! Rinni 'Idol' Wulandari Lahirkan Anak Laki-laki

4 Tips Mengajarkan Keuangan pada Anak Sambil Berbelanja

Viral, Anak Tantrum 8 Jam dalam Pesawat

Ditto Percussion & Ayudia, Kompak Mengurus Anak

7 Tips Dokter untuk Mengatasi Diare saat Hamil