Mother&Baby Indonesia
Ada Obat Ber-DNA Babi, Masyarakat Tidak Perlu Panik

Ada Obat Ber-DNA Babi, Masyarakat Tidak Perlu Panik

Pada Selasa (31/1) malam, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia (nomor izin edar/NIE POM SD.051523771, bets BN C6K994H), dan tablet Enzyplex produksi PT Medifarma Laboratories (NIE DBL7214704016A1, bets 16185101) mengandung DNA Babi. Seketika Kedua perusahaan pun menarik kedua produk tersebut dari peredaran sesuai rekomendasi BPOM.

 

Menilik kedua obat ini, sebenarnya obat tersebut bukan termasuk obat dengan kondisi emergency. Dr. Ari Fahrial Syam dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM berpendapat, kalau memang tidak halal, masyarakat tidak perlu menggunakannya secara darurat.



 

“Pengamatan saya, selama ini kedua produk tersebut memang sudah umum digunakan oleh masyarakat kita. Enzymplex yang mengandung enzim, anti kembung dan vitamin B kompleks biasanya digunakan untuk mengatasi kembuh dan gangguan pencernaan lain,” ungkapnya seperti rilis yang diterima redaksi Mother&Baby, Jumat (2/1/2018).

 

Viostin DS sendiri mengandung glukosamin dan khondriotin sulfat sebagai suplemen sendi. Banyak pasien yang merasa nyaman setelah menggunakan obat ini.

 

Akan tetapi, sebenarnya masyarakat tidak perlu panik dengan ditariknya kedua produk ini. Karena, ada obat lain yang sejenis khasiatnya di pasaran yang bisa menggantikan kedua suplemen tersebut.



 

“Apalagi kalau selama ini kedua produk tersebut digunakan hanya untuk kesehatan sendi untuk Viostin DS atau kesehatan pencernaan untuk enzymplex. Sehingga menyetop obat ini tidak akan membuat masalah buat kesehatan,” terangnya

 

Tapi, untuk masyarakat yang selama ini menggunakan kedua suplemen ini sebagai obat, sebaiknya datan ke dokter untuk mengetahui penyebab dari nyeri sendi atau keluhan kembung yang terjadi. Semata agar pengobatan yang didapatkan tepat dan efektif mengatasi masalah kesehatan.

 

Perlu diketahui, kalau Viostin DS ini tidak semuanya mengandung babi, hanya di batch tertentu saja. Namun karena masyarakat tidak dapat mengetahui batch mana yang mengandung babi, maka penarikan semua produk Viostin DS adalah jalan terbaik. (Qalbinur Nawawi/TW/Dok. Freepik)



Tags: viostin,   halal,   obat,   bpom,