Mother&Baby Indonesia
Balita Ini Donorkan Tulang Sumsum untuk Adik Kembarnya

Balita Ini Donorkan Tulang Sumsum untuk Adik Kembarnya

Walau masih berusia 4 tahun, namun anak pemberani ini rela mendonorkan sumsum tulangnya untuk menyelamatkan nyawa adik kembarnya. Anak laki-laki yang hebat ini adalah Michael Pownalls, kakak dari Si Kembar Santino dan Giovanni, 4 bulan.

Adik kembarnya ini mengalami CGD (chronic granulomatous disease), penyakit langka yang hanya dialami oleh 1 dari 500.000 orang setiap tahunnya. Penyakit ini adalah turunan dari PIDD (primary immunodeficiency disease) yang membuat tubuhnya semakin rentan akan infeksi karena bakteri dan jamur tertentu.



 

Untungnya, pada tanggal 8 Maret 2018 nanti, Si Kembar akan menerima donor sumsum tulang dari Michael. Ya, karena transplantasi adalah satu-satunya solusi yang diketahui, untuk mengatasi penyakit mereka.

 

Dengan kondisi seperti itu, bahkan infeksi ringan (yang pada orang sehat bisa disembuhkan dengan antibiotik) saja dapat membunuh Santino dan Giovanni. Jadi tidak heran kalau dua bayi dan orang tuanya belum meninggalkan Children's Hospital of Philadelphia, sejak Si Kembar lahir di bulan Oktober tahun lalu. Mereka belum bisa meningalkan rumah sakit karena Si Kembar dikhawatirkan dapat terekspos patogen dari luar rumah sakit.

 

 

Sang Ibu, Robin Pownwall, dan pasangannya harus keluar dari tempat kerja mereka, untuk mengurus bayi-bayi mereka di rumah sakit. Setiap tahunnya, CGD ini menyerang sekitar 20 anak yang lahir di Amerika Serikat. Sistem imun pada penderita CGD bisa melawan infeksi viral seperti flu, tapi tidak bisa melawan bakteri dan jamur sama sekali.

 



Jika ada patogen jahat yang bisa memasuki tubuh penderita CGD, maka sel imun tubuh mereka yang lemah akan melawannya. Karena sel-sel tersebut tidak bisa mengurangi infeksi, maka itu akan berkumpul menjadi granuloma. Nah, jika Santino dan Giovanny mengalami infeksi ini di tulang atau kulit mereka, maka itu bisa berubah jadi abses di organ internal mereka, seperti di paru-paru, hati, dan otak.

 

Solusi

Penyakit ini hanya bisa disembuhkan dengan transplantasi sumsum tulang, tapi prosesnya rumit, dan cukup sulit untuk menemukan pendonor yang tepat. Sebenarnya, Michael memiliki kakak bernama Dominick, yang juga mengalami CGD. Namun beruntung, Dominick menerima donor sel stem saat ia masih balita. Oleh karena itu, Robin tidak menyangka kalau Si Kembar akan mengalami hal ini lagi.

 

 

Robin Pownwall menyebut Michael sebagai “superhero” di keluarga mereka. “Michael bisa saja bilang: 'Tidak, Bu! Aku takut dan aku tidak mau,' tapi dia tidak mengatakan itu, dia siap untuk menjadi pendonor,” ujar Robin pada Fox11News.

 

Operasi transplantasi itu akan dilakukan di Children's Hospital of Philadelphia, pada 8 Maret 2018 nanti. Dua jam setelah sumsum tulang Michael ditransplantasi, ia sudah bisa melihat dokter mencangkokannya ke tubuh Si Kembar. Benar-benar superhero cilik! (TW/Dok. Dailymail)



Tags: kesehatan,   transplantasi,   donor,   penyakit,   anak,   balita,   kembar,   bayi,   granulomatous,   pidd,