Mother&Baby Indonesia
Kenali Apnea, Gangguan Pernapasan pada Bayi Baru Lahir

Kenali Apnea, Gangguan Pernapasan pada Bayi Baru Lahir

Moms, bayi yang baru lahir mudah terserang penyakit karena metabolismenya tubuhnya yang masih rendah. Salah satu kondisi yang bisa dialaminya adalah apnea yang merupakan gangguan pernapasan dan umum dialami newborn.

Bayi dengan apnea akan berhenti bernapas selama beberapa detik secara spontan ketika sedang tidur. Bayi-bayi yang terlahir secara prematur dan down syndrome sangat berisiko tinggi mengalami gangguan pernapasan ini. Hal tersebut dikarenakan sistem saraf pusat yang mengontrol saluran pernapasan bayi belum berkembang secara sempurna.




Penyebab dan Gejala

Beberapa penyebab bayi mengalami apnea di antaranya karena lahir terlalu dini sehingga organ pernapasannya belum bekerja secara optimal. Selain itu, kondisi tersebut juga bisa disebabkan adanya sumbatan pada jalan napas, infeksi atau peradangan, atau karena ada masalah pada jantung Si Kecil.

Bayi berusia di bawah 6 bulan cenderung bernapas secara tidak teratur, terutama saat tidur. Terkadang bernapas cepat kemudian melambat, bahkan berhenti bernapas kurang dari 15 detik. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena hal tersebut wajar dan dialami oleh sebagian besar bayi.

Anda perlu was-was apabila Si Kecil berhenti bernapas kurang lebih selama 20 detik, detak jantung lambat, serta tubuh dan wajah terlihat membiru. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa Si Kecil mengalami apnea.




Cara Mengobati

Apnea terjadi secara tidak terduga. Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda menemani Si Kecil saat ia sedang terlelap, atau sering-seringlah mengecek kondisinya ketika ia tidur. Yang juga penting, buat ruangan tidur bayi senyaman mungkin dengan sirkulasi udara yang baik dan cukup oksigen.

Apnea sendiri dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian pada bayi. Saat bayi berhenti bernapas, tingkat oksigen dalam tubuhnya akan menururn. Hal ini dapat membuat detak jantungnya juga melemah.

Ketika Anda melihat Si Kecil mengalami gejala apnea seperti berhenti bernapas serta wajah dan tubuhnya membiru, segera bangunkan dan bawa ke dokter. Dokter akan memberi diagnosis dan pengobatan yang tepat untuk kondisi tersebut. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   kesehatan,   apnea








Cover Januari - Februari 2020