Mother&Baby Indonesia
Cara Mengatasi Bayi yang Sulit BAB pada Masa MPASI

Cara Mengatasi Bayi yang Sulit BAB pada Masa MPASI

Bayi mungkin saja mengalami kesulitan BAB atau sembelit, yang bisa terjadi dalam beberapa hari. Hal ini bisa terjadi, khususnya saat ia berusia sekitar 6 atau 7 bulan. Dan pada usia tersebut, umumnya Si Kecil sudah mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI).


Penyebab Sulit BAB

Sembelit ini umumnya memang dialami bayi dalam masa peralihan dari pemberian ASI saja lalu mulai ditambahkan dengan MPASI. Untuk itu, Moms pun perlu melakukan evaluasi dalam pola pemberian MPASI kepada Si Kecil. Kemungkinan, ini terjadi karena kurangnya cairan dan serat pada makanannya.



Menurut dr. Yovita Ananta Sp.A, dari RS Pondok Indah – Pondok Indah, hal lain yang juga bisa menyebabkan bayi mengalami sembelit adalah karena intoleransi atau alergi terhadap jenis makanan tertentu. Gejala yang paling umum jika bayi mengalami sembelit yaitu jika ia tidak BAB minimal tiga kali dalam seminggu. Selain itu, hal lain yang bisa dilihat adalah tinja yang keras dan sulit keluar. Bahkan, mungkin saja ia mengeluarkan kotoran yang terlihat seperti bongkahan-bongkahan kecil dan keras.


Cara Mengatasi

Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda dapat memberikan MPASI secara bertahap, dari segi konsistensi serta jenis dan volume. Berikan juga air putih serta sumber serat, berupa sayuran dan buah yang cukup. Yang perlu Moms perhatikan adalah beberapa makanan yang mampu mencetuskan sembelit. Di antaranya nasi merah, kentang, dan pisang. Sedangkan makanan yang dapat mengurangi risiko sembelit ialah buah naga, pir, dan peach.



Untuk bayi yang sudah terlanjur sembelit, Anda dapat mengajak anak agar bergerak lebih aktif. Buat ia menggerakkan kaki seperti mengayuh atau merangkak lebih sering. Aktivitas tersebut dapat membuat usus mendorong tinja lebih baik dan pencernaan pun bisa lebih baik.

Ketika Si Kecil sudah lebih besar dan telah melakukan toilet training, Anda bisa membiasakannya untuk duduk di toilet secara teratur. Lakukan 3-5 menit setelah makan, meski anak tidak merasa ingin BAB. Dengan cara ini, ia bisa merespons keinginannya sendiri untuk BAB dengan selalu duduk di toilet.

Selain itu, Si Kecil juga dapat diberikan probiotik seperti lactobasillus. Obat pencahar kadangkala diperlukan untuk evakuasi feses bila sembelit berlangsung dalam waktu lama. Jika kondisi Si Kecil tak kunjung membaik, segeralah mengkonsultasikannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih baik. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   kesehatan,   bab,   sembelit








Cover Januari - Februari 2020