Mother&Baby Indonesia
Penyebab dan Cara Atasi Sariawan pada Bayi

Penyebab dan Cara Atasi Sariawan pada Bayi

Biasanya bayi Anda lahap dan menyusu, namun tiba-tiba ia tidak mau minum dan menolak disusui. Ia pun juga jadi rewel sekali, Moms. Bisa jadi Si Kecil menderita sariawan. Anda perlu tahu apa yang menyebabkan Si Kecil terkena sariawan dan bagaimana cara mengatasinya.


Penyebab Sariawan

Ada beberapa hal yang menyebabkan Si Kecil menderita sariawan, di antaranya adalah:



• Terinfeksi virus. Penyebab sariawan bisa terjadi karena infeksi virus seperti herpes, cacar air, dan penyakit kaki tangan mulut. Rasa perih dapat muncul 24-48 jam, yang bertahan hingga 3-4 hari. Kemudian baru tumbuh lembaran fibrin putih sehingga nyeri berkurang dan sembuh dalam 7-10 hari. Penyebab lain sariawan, menurut penelitian dari Jurnal of Multidisciplinary Engineering Science Studies (JMESS), adalah jamur Candida albicans. Selain itu, sariawan juga bisa disebabkan oleh jenis penyakit, seperti penyakit celiac atau penyakit radang usus, stres, atau obat-obatan yang dapat mengganggu stabilitas.

• Trauma pada mulut. Beberapa faktor yang membuat bayi mengalami trauma di mulut adalah bayi tidak sengaja menggigit lidah atau bagian bibir hingga luka. Jika daya imun bayi dalam keadaan kurang baik, maka kuman akan cepat masuk dan mengalami infeksi.

• Alergi makanan. Kemungkinan mengalami alergi makanan, meminum atau makan yang panas bagi yang bayi yang sudah makan MPASI, sehingga menyebabkan luka pada mulut yang memicu timbulnya sariawan.

• Kurang vitamin. Kekurangan vitamin juga menjadi salah satu penyebab terjadinya sariawan, yaitu kurangnya kadar zinc, asam folat, dan vitamin B12. Jika bayi kekurangan nutrisi tersebut, ia pasti akan mengalami sariawan.

• Faktor keturunan. Faktor keturunan juga bisa memicu timbulnya sariawan. Biasanya orang tua yang sering mengalami sariawan bayinya berisiko menderita sariawan.


Ciri-Ciri Sariawan

Ada beberapa ciri-ciri yang menandakan Si Kecil menderita sariawan, yaitu:



• Bayi sering menangis dan rewel. Karena sakit, Si Kecil jadi sulit menyusu dan makan yang menyebabkannya menjadi rewel dan membuat Anda sulit memahaminya.

• Suhu badan meningkat karena ada infeksi jamur pada mulut.

• Bau mulut dan air liur keluar berlebih. Penyebabnya, luka yang cukup menyakitkan menyebabkan bayi akan menolak untuk minum dan makan sehingga memicu mulut kering dan menyebabkan bau mulut disertai air liur yang lebih dari biasanya.


Cara Mengatasi

Sariawan biasanya akan hilang dengan sendirinya sekitar 7-20 hari. Namun Anda dapat mengatasi sariawan dengan beberapa cara berikut.

• Kompres dengan es untuk meredakan rasa sakit.

• Jaga kebersihan puting payudara Anda jika Si Kecil masih menyusui.

• Segera bawa ke dokter jika kondisi anak tak kunjung membaik juga untuk meminta obat yang aman. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   sariawan