Home - Bayi - Perawatan Bayi / 6 Desember 2018 / Redaksi

Penyakit Ringworm pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Ringworm atau dermatofitosis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit dan menyerang bagian tubuh yang mengandung keratin (bulu, kuku, rambut). Infeksi ini pun dapat berkembang di daerah yang lembap. Penyakit ini juga dikenal dengan istilah kurap. Disebut ringworm karena membentuk luka melingkar pada kulit yang bentuknya menyerupai cincin.

Ringworm umumnya tidak berbahaya. Biasanya gangguan kulit ini menyerang anak di atas 2 tahun, namun bayi pun bisa mengalaminya.

Ringworm termasuk penyakit kulit menular. Mereka dengan kulit yang terinfeksi jamur penyebab ringworm ini dapat dengan mudah menularkannya pada orang lain yang berinteraksi langsung dengan mereka, terutama jika telah terjadi kontak fisik dengan area luka berada.


Gejala

Salah satu gejala pasti ringworm adalah luka merah pada kulit yang bentuknya seperti cincin. Lingkaran merah tersebut merupakan kulit yang meradang, berwarna merah, bersisik, gatal, terkadang melepuh, dan dapat meluas. Sedangkan kulit bagian tengah dari lingkaran tersebut tampak sehat seperti biasanya.

Ringworm tak hanya menyerang tubuh (yang dinamakan tinea corporis), tetapi juga menyerang kulit kepala (yang dinamakan tinea capitis).

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Si Kecil mengalami ringworm, seperti mengeluarkan banyak keringat, sistem kekebalan tubuh lemah, berbagi barang yang sama (pakaian, selimut, atau handuk) dengan orang yang telah terinfeksi, atau kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi.

Ringworm juga merupakan salah satu penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Kucing adalah hewan yang paling sering mengalami ringworm. Jika Si Kecil menyentuhnya, bisa saja ia tertular.


Pengobatan

Untuk mengatasi ringworm, dokter akan menyarankan pemberian krim anti jamur yang perlu diaplikasikan pada luka 2 kali sehari. Butuh waktu sekitar 3-4 minggu untuk sembuh.

Selalu pantau reaksi Si Kecil terhadap krim tersebut, karena ada beberapa anak yang sensitif. Si Kecil berisiko terkena infeksi bakteri jika ia menggaruk luka tersebut. Jadi, pastikan kukunya selalu pendek dan tutupi tangannya dengan sarung tangan.


Yang Harus Dilakukan

Moms dapat mengurangi risiko Si Kecil terkena ringworm dengan menjaga kebersihan, menghentikan kebiasaan berbagi barang pribadi, menghindari Si Kecil mengeluarkan keringat berlebih, dan jika Anda memiliki hewan peliharaan, pastikan hewan tersebut bebas dari jamur. (M&B/SW/Dok. animalpetdoctor.homestead.com)

share to BBM


RELATED ARTICLE

Musim Hujan, Waspada Penyakit ini pada Bayi Anda, Moms!

Metode 5S untuk Redakan Tangis Bayi Baru Lahir

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menerima ASI Donor



OTHER ARTICLES

Menyusui di Ruang Publik, Setuju atau Tidak?

Kiat Sukses Inisiasi Menyusui Dini

Fakta Tentang Persalinan Caesar yang Wajib Diketahui

Tips Menjemur Bayi yang Aman dan Tepat

Fakta Tentang Persalinan Normal yang Wajib Diketahui