Home - Bayi - Berita Tentang Bayi / 12 Desember 2018 / Redaksi

Banyak Tahi Lalat di Tubuh Bayi, Bahayakah?

Tahi lalat dimiliki oleh hampir semua orang dan biasanya kita tidak menganggapnya sama sekali. Mungkin karena ukurannya yang kecil dan hanya berada di area tertentu tubuh kita. Namun, kondisi berbeda dialami oleh seorang bayi bernama Kacy Dworsky.

Bayi ini diketahui memiliki jumlah tahi lalat yang banyak, dan tersebar dari badan hingga wajahnya. Kedua orang tuanya, Dan dan Stephanie, pun merasa sedih dan terpukul karena kondisi Si Kecil. Mereka kemudian mengkonsultasikan kondisi tubuh Kacy pada dokter untuk menyembuhkannya.

Setelah berkonsultasi dengan dermatologis pediatrik, pasangan ini lalu memutuskan untuk menghapus beberapa tahi lalat (nevi atau moles dalam bahasa inggris) yang lebih menonjol dari wajah Kacy. Ini dilakukan dengan harapan agar hidupnya sedikit lebih mudah di masa depan.




Asal Tahi Lalat

Tahi lalat sendiri terbentuk dari sel melanosit, yang memberi pigmen gelap di kulit dan berkumpul di satu tempat hingga menjadi tahi lalat. Hal ini memang tidak berbahaya, selama tidak membesar atau berubah warna. Jika membesar atau berubah warna, ini dapat menjadi tanda bahwa Si Kecil mengidap suatu penyakit.

Penyebabnya sendiri bisa dari faktor genetik, di mana keluarganya memiliki tahi lalat, bahkan dijadikan sebagai tanda lahir. Faktor lainnya juga terlihat dari iklim lokasi tempat tinggal yang panas. Beberapa jenis obat hormonal, antibiotik, dan antidepresan juga dapat menyebabkan bayi memiliki tahi lalat.

Jumlah tahi lalat yang lebih dari satu pada bayi merupakan hal yang normal. Namun, ketika tahi lalat pada bayi tiba-tiba membesar secara mendadak, ini merupakan salah satu tanda Si Kecil tidak sehat dan harus segera ditangani.

Salah satunya adalah penyakit kulit hemangioma, dengan gejala bentuk tahi lalat yang membesar, tampil dengan dua warna. Tahi lalat bayi menonjol dan mencuat di kulit, serta terasa gatal, berdarah, atau mengelupas.




Pedoman ABCD

Untuk mengecek tahi lalat Si Kecil berbahaya atau tidak, Moms bisa menggunakan pedoman ABCD yang dapat Anda jadikan panduan, yaitu:

• A untuk asimetris, jika setengah bagian dari tahi lalat tidak sama dengan bagian setengah lainnya.

• B untuk border atau pinggir tahi lalat, jika pinggir tahi lalat bergerigi, atau tidak jelas.

• C untuk color (warna), jika tahi lalat bercampur warna cokelat, hitam, dan sawo matang, bukan sekadar satu warna utuh keseluruhan. 

• D untuk diameter, jika tahi lalat lebih besar daripada penghapus pada pensil (sekitar 6 mm).

karena itu, penting bagi Moms untuk memerhatikan kesehatan kulit Si Kecil agar ia terhindar dari penyakit kulit tersebut. Perhatikan juga asupan saat masa kehamilan, agar ibu tetap sehat dan bayi lahir dengan selamat. (Vonia Lucky/SW/Dok. Go Fund Me; kacydworsky)

 

 


RELATED ARTICLE

Emilie, Bayi Terdiagnosa Neuroblastoma di Usia 7 Minggu

Bayi Ini Bangunkan Ibunya yang Koma selama 23 Hari

Cerita Pilu Bayi Baru Lahir Dibuang dari Lantai 3

OTHER ARTICLES

Trik Cerdas Memilih Aksesori Rambut untuk Anak

Cara Mudah dan Murah Belanja Produk Kesehatan

Kenali Polyhidramnios, Penumpukan Air Ketuban

5 Tips Melakukan Olahraga di Bulan Puasa

Trik Memilih Nama untuk Bayi Anda