Mother&Baby Indonesia
Mengenal Karakter Keuangan Diri dan Cara Mengubahnya

Mengenal Karakter Keuangan Diri dan Cara Mengubahnya

Seperti halnya segala sesuatu dalam hidup, respons terhadap uang, sebagian besar didikte oleh kepribadian Anda. Lalu, sudahkah Anda tahu seperti apa kepribadian atau karakter diri terkait keuangan? Pada dasarnya, hal ini dapat dikenali dari sejumlah profil.

Kuncinya adalah menemukan profil yang paling mendekati dengan perilaku Anda. Invetopedia menyebutkan 5 profil utama karakter ini yaitu pemboros, penghemat, tukang belanja, tukang utang, dan investor.

Setelah mengetahui karakter tersebut, ada sejumlah saran yang dapat dilakukan untuk melakukan sedikit perubahan. Tentu saja untuk membuat keuangan Anda menjadi lebih sehat. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms.




1. Pemboros

Karakter ini bisa dikenali dengan kesenangannya membeli barang-barang bagus dengan harga wah. Anda termasuk dalam kelompok ini bila senang membeli mobil mewah, gadget terbaru, dan pakaian bermerek. Si pemboros juga termasuk orang yang fashionable dan ingin menjadi pusat perhatian.

Tawar-menawar tidak ada dalam kamusnya. Baginya, tidak masalah mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membeli sesuatu, “Yang penting saya senang!”. Si pemboros tidak khawatir dengan utang dan sering mengambil risiko besar saat berinvestasi.

Saran: Kurangi belanja, tambahkan tabungan. Tak masalah kalau Anda masih senang berbelanja, tetapi cobalah untuk mencari barang-barang dengan nilai jangka panjang. Jadi bukan semata-mata karena kepuasan sesaat. Mulai sekarang, sebelum berbelanja barang-barang mahal, tanyakan seberapa besar barang tersebut akan berguna bagi Anda dalam setahun ke depan. Kalau jawabannya tidak banyak, abaikan dan salurkan uang ke tabungan atau investasi.


2. Penghemat

Tipe ini sangat berlawanan dengan si pemboros. Karakter ini terlihat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya mematikan lampu saat meninggalkan ruangan, berbelanja kalau perlu saja, dan jarang menggunakan kartu kredit.

Umumnya, si penghemat tidak memiliki utang dan kerap dipandang sebagai orang pelit. Mereka tidak peduli dengan tren teranyar dan merasa puas saat melihat bunga suku bank daripada membeli sesuatu yang baru. Di sisi lain, ia bukan tergolong pengambil risiko tinggi untuk investasinya.

Saran: Pakai secara moderat. Meskipun Anda senang berhemat, tak ada salahnya sesekali berbelanja. Jangan biarkan bagian kesenangan dari hidup hanya lewat di depan Anda demi menghemat beberapa rupiah. Sesuaikan dengan upaya Anda yang senang menghemat. Seperti rekomendasi Ben Franklin, “Moderasi dalam segala hal.” Untuk investasi, minimalkan risiko sambil memaksimalkan hasil.




3. Tukang Belanja

Si hobi belanja ini memperoleh kepuasan emosional dari membelanjakan uangnya. Walau doyan belanja, ia masih suka menawar dan senang kalau mendapat barang dengan hasil tawaran yang bagus. Tukang belanja ini sering mengeluarkan uang untuk membeli barang yang bahkan tidak akan dipakai.

Meskipun demikian, ketika berhadapan dengan investasi, ia menjadi gerombolan eklektik. Beberapa menginvestasikan uangnya secara reguler, lainnya melakukan investasi saat mendapat bonus, dan beberapa melihat investasi sebagai sesuatu yang akan diperoleh kemudian.

Saran: Jangan belanja kalau tak ada uang. Hal paling kritis bagi si tukang belanja adalah mengontrol kartu kreditnya. Untuk Anda yang termasuk tukang belanja, sebaiknya berpikir terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu, terlebih bila pembeliannya menggunakan kartu kredit. Sebagai gantinya, fokuslah terhadap upaya penghematan.


4. Tukang Utang

Si tukang utang benar-benar tidak menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan berapa dan di mana uang tersebut dibelanjakan. Mereka dengan kepribadian ini, secara umum, membelanjakan uangnya lebih banyak dari yang mereka peroleh sehingga mudah terjerat utang. Yang pasti, debitur ini tidak terlalu memikirkan investasi.

Saran: Mulailah berinvestasi. Anda tentu tak mau selamanya terjerat utang, kan? Sekarang, cermati kondisi keuangan Anda. Buat catatan pengeluaran untuk mengetahui berapa banyak uang yang dibelanjakan. Setelah itu, mulailah merencanakan investasi dengan bantuan tenaga profesional.


5. Investor

Karakter ini ditandai dengan kesadaran yang sangat tinggi terhadap uang. Anda sangat paham atas kondisi keuangan saat ini dan mencoba membuat uangnya berputar. Si investor cenderung mencari waktu ketika investasi pasif akan memberikan pendapatan yang cukup untuk menutupi seluruh tagihannya. Investasi yang dilakukan mencerminkan pengambilan sejumlah risiko tertentu dalam mengejar targetnya.

Saran: Lanjutkan usaha ini. Selamat! Secara keuangan, Anda sudah melakukan hal yang bagus! Lanjutkan upaya ini dan terus edukasi diri Anda atas keuangan. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   keuangan,   karakter keuangan