Mother&Baby Indonesia
Untung dan Rugi Menjadi Ibu Rumah Tangga

Untung dan Rugi Menjadi Ibu Rumah Tangga

Apakah Anda seorang full time mom alias ibu rumah tangga? Setelah menikah dan memiliki anak, memutuskan menjadi seorang ibu rumah tangga bukanlah sebuah keputusan yang mudah dan langsung Anda ambil tanpa pikir panjang. Anda pastinya perlu mempertimbangkan semuanya terlebih dahulu. Berikut ini untung dan rugi menjadi seorang ibu rumah tangga. Anda mungkin juga merasakannya, Moms.


Keuntungan Jadi Ibu Rumah Tangga

• Dengan menjadi ibu rumah tangga, Anda bisa memastikan sendiri bahwa buah hati dirawat oleh Anda yang selalu hadir untuknya kapan pun, bukannya oleh pengasuh atau babysitter yang bisa saja bulan depan tiba-tiba mengajukan berhenti dari pekerjaannya sehingga tidak dapat merawat Si Kecil lagi.



• Anda akan bisa mengawasi pertumbuhan anak secara langsung, memastikan Si Kecil berada di lingkungan yang mendukung. Menghabiskan hari-hari bersama Si Kecil juga akan membuat Anda fokus padanya dan tumbuh kembangnya. Anda juga akan punya keterikatan emosional yang kuat dengan anak.

• Moms akan jadi orang pertama yang melihat semua perkembangan anak, mulai dari tersenyum, tertawa, mengucapkan kata, duduk, berdiri, dan jalan. Semua pengalaman pertama anak yang Anda lihat akan menyenangkan hati Anda tentunya.

• Bagi beberapa orang, pilihan menjadi ibu rumah tangga berarti bisa menekan pengeluaran bulanan, karena tidak perlu membayar pengasuh anak atau membayar biaya untuk menitipkan Si Kecil di childcare.

• Menjadi ibu rumah tangga bisa mengurangi stres, karena saat Anda memutuskan untuk bekerja, Anda harus bisa menyeimbangkan dan membagi waktu antara mengurus anak dan pekerjaan. Jam kerja yang panjang dan pekerjaan yang menumpuk bisa membuat Anda merasa lelah sehingga kurang fokus mengurus Si Kecil.




Kerugian Jadi Ibu Rumah Tangga

• Masalah sebagian besar ibu rumah tangga adalah merasa kesepian. Apalagi jika Anda sebelumnya adalah wanita bekerja yang terbiasa dengan lngkungan kantor dengan banyak rekan kerja. Perubahan saat menjadi ibu rumah tangga akan bisa menyebabkan depresi.

• Rutinitas merawat Si Kecil dan mengurus rumah yang tiada henti bisa membuat Anda bosan. Anda mungkin juga akan sulit menemukan waktu untuk diri sendiri atau me time saat di rumah bersama bayi yang selalu membutuhkan perhatian Anda setiap saat.

• Pengaturan pengeluaran keluarga dan rumah tangga harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati, karena Anda dan keluarga hanya menerima penghasilan dari satu pintu.

• Saat Si Kecil beranjak balita, beberapa ibu yang tinggal di rumah merasa kesulitan memberi stimulasi yang dibutuhkan anak saat mencapai usia tertentu, misalnya keterampilan sosial yang bisa diperoleh Si Kecil jika ia ditaruh di childcare.

• Ibu rumah tangga kerap dianggap sebagai orang yang tidak melakukan apa pun di rumah. Padahal, faktanya Anda telah bekerja sejak pagi hari hingga larut malam. Hal ini dikarenakan minim atau bahkan tidak ada apresiasi atas apa yang Anda lakukan di rumah.

Itulah beberapa keuntungan dan kerugian menjadi ibu rumah tangga. Pada akhirnya, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga bukanlah hal yang sepele dan remeh. Ibu rumah tangga harus selalu siap 24 jam melakukan pekerjaannya dan tidak mengenal kata libur. Lelah dan bosan mungkin akan sering Anda rasakan saat mengurus keluarga, karena #IbuJugaManusia. Untuk itu, sebaiknya kita berhenti menilai dengan hanya melihat dari luarnya, tanpa tahu alasan di balik itu. #StopMomShaming #NoMoreMomsWar. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   ibu,   ibu rumah tangga








Related Article