Mother&Baby Indonesia
Cara Mengajarkan Anak Membina Hubungan

Cara Mengajarkan Anak Membina Hubungan

Mainan yang berlimpah tidak menjamin anak tumbuh menjadi sosok yang bahagia. Bagaimanapun, anak adalah makhluk sosial yang perlu berteman dan berinteraksi. Anak juga butuh didengar, disukai, dan dimengerti oleh Anda, keluarga besar, dan tentu saja oleh teman-teman.

Studi menjumpai bahwa rasa dicintai dan dimengerti, akan melindungi anak dari rasa tertekan dan kebiasaan merugikan. Karenanya, penting untuk mengajarkan Si Kecil membina hubungan, karena ini adalah kunci kebahagiaan. Ada 3 cara yang bisa Moms lakukan untuk mengajarkannya berikut ini:




1. Membentuk Hubungan yang Akrab

Cara terbaik membuat Si Kecil bahagia adalah dengan membuatnya merasakan hubungan yang akrab dengan Anda, keluarga, teman, pengasuh, bahkan dengan binatang peliharaannya. Dan, keluarga menjadi tempat awal dalam berhubungan dengan orang lain. “Masa kecil yang memiliki hubungan baik adalah kunci kebahagiaan,” ujar Edward Hallowell, MD, psikoater anak dan penulis buku The Childhood Roots of Adult Happiness


2. Berteman

Anak perlu merasakan kasih sayang dari banyak orang. “Beri anak kesempatan untuk membentuk hubungan penuh kasih sayang dari orang lain juga,” saran Christine Carte, PhD, executive director University of California, Berkeley’s Greater Good Science, sebuah organisasi yang meneliti pemahaman ilmiah dari kebahagiaan.

Dengan kata lain, dorong Si Kecil untuk berteman sebanyak-banyaknya. “Kami tahu dari penelitian selama 50 tahun bahwa hubungan sosial sangat penting. Kalaupun bukan hal yang paling penting, setidaknya, hubungan sosial akan memengaruhi kebahagiaan,” ujar Carter.



Lebih lanjut, Carter juga menegaskan bahwa berteman bukan hanya soal kualitas, namun juga terkait dengan banyaknya bonding. Artinya, semakin banyak hubungan yang diciptakan, akan lebih baik bagi dirinya kelak.


3. Merawat Hubungan Sosial

Seperti halnya tanaman yang harus selalu dirawat, demikian juga dengan hubungan sosial. Menurut observasi Bob Murray, PhD, penulis buku Raising an Optimistic Child: A Proven Plan for Depression-Proofing Young Children – for Life, kebahagiaan bergantung pada perasaan bahwa yang kita lakukan, disukai dan dihargai orang lain.

“Tanpa perasaan itu, ia menjadi khawatir akan dijauhkan dari sebuah kelompok. Penelitian menunjukkan bahwa yang paling ditakuti manusia adalah dijauhi atau diasingkan,” tambah Murray. Dengan fakta itu, maka anak pun sudah mengerti konsep saling membutuhkan. Ajarkan ia untuk berempati pada orang lain dan tumbuhkan pula sikap gemar menolong. Tujuannya, agar hubungan sosial yang sudah terbentuk dapat terawat dengan baik. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   membina hubungan,   bahagia








Cover Januari - Februari 2020