Mother&Baby Indonesia
Dos dan Don'ts dalam Memuji Anak

Dos dan Don'ts dalam Memuji Anak

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa bayi dan balita yang sering dipuji akan lebih termotivasi untuk bereksplorasi. Selain itu, kemampuan bersosialisasinya juga bisa meningkat. Namun, Anda pun perlu memuji anak dengan cara yang tepat.

Sebuah pujian bisa menjadi bentuk penghargaan dari usaha Si Kecil setelah berusaha keras mencapai sesuatu atau melakukan tindakan terpuji. Agar pujian yang diberikan seimbang dan Si Kecil mendapatkan manfaatnya, ikuti hal-hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan berikut ini yuk, Moms!




Spesifik

Daripada mengatakan, “Kamu pemain bola yang andal, Nak!” sebaiknya ganti dengan, “Tadi kamu menendang bola dengan kencang sampai masuk ke gawang. Hebat!” Dengan memberikan pujian secara spesifik, menurut Jenn Berman PhD., penulis The A to Z Guide to Raising Happy and Confident Kids, Si Kecil mampu mengidentifikasi kemampuan yang ia miliki.


Tulus

Percayalah, Si Kecil memiliki kemampuan untuk tahu apakah pujian yang Anda berikan kepadanya tulus atau tidak. Jika tidak tulus, ia akan kehilangan kepercayaannya kepada Anda. Bahkan yang paling parah, ia menjadi tidak percaya akan kata-kata positif dari Anda dan tidak tahu perbedaan apakah Anda benar-benar ingin memujinya atau tidak.


Semangati Aktivitas Baru

“Puji anak untuk melakukan hal-hal yang baru, misalnya mengikat tali sepatu sendiri atau tidak takut gagal,” ujar Paul J. Donahue, penulis Parenting Without Fear: Letting Go of Worry and Focusing on What Really Matters.


Jangan Berlebihan

Cobalah untuk tidak memuji secara berlebihan sesuatu yang jelas terlihat, misalnya karena ia pintar, lucu, cantik, tampan, atau ceria. Jika ia dipuji secara konstan, hal itu jadi terdengar seperti kata-kata yang kurang bermakna.




Tepat

Pujilah dirinya ketika ia benar-benar bekerja keras atau bersikap baik. Dengan begitu, Anda benar-benar menghargai usahanya tersebut.


Fokus Terhadap Proses

Menurut Donahue, orang tua harus menghargai perjuangan dan kerja keras anak untuk mencapai sesuatu. “Yang perlu diingat adalah prosesnya, bukan hasil akhirnya,” tambahnya. Dalam tahap perkembangan Si Kecil, pujian bisa diberikan untuk hal-hal yang kecil namun bermakna.


Jangan Sesumbar

Ketika Anda selalu sesumbar tentang kelebihan atau pencapaian yang sudah didapatkan Si Kecil di depan umum, sikap tersebut tidak hanya membuat orang tua anak-anak lain merasa terganggu, namun juga akan mempermalukan Si Kecil. Anda pun akan menambah tekanan pada diri Si Kecil untuk selalu menjadi yang terbaik. Ketika tidak mampu menjadi yang terbaik, ia akan merasa sangat bersalah dan merasa mempermalukan Anda di hadapan orang lain.


Jujur

Jika Si Kecil belum lancar bersepeda, namun sudah mau mencoba, jangan katakan, “Wah, kamu pintar naik sepeda!” melainkan “Mama lihat kamu rajin belajar naik sepeda dan tidak takut jatuh. Hebat!” Pujian tanpa mendefinisikan apakah usahanya buruk atau baik membuat Anda lebih jujur dan tetap menunjukkan bahwa Anda perhatian terhadap segala kerja keras atau sikap baiknya. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   memuji anak,   pujian,   cara memuji










Cover Mei-Juni-Juli 2020