Mother&Baby Indonesia
Masih Perlukah Empeng Diberikan pada Bayi?

Masih Perlukah Empeng Diberikan pada Bayi?

Bayi identik dengan selalu mengisap empeng. Hal ini biasa dilakukan untuk membuatnya lebih tenang. Empeng bukanlah pengganti asupan ASI atau makanan, namun diberikan saat anak rewel setelah menyusu, memberi makan, atau saat bermain dengannya. Namun, di balik rasa tenang yang diberikan, ada sejumlah pro-kontra dari pemberian empeng ini.


Pro Memberi Empeng

Menurunkan risiko SIDS. Meskipun alasannya belum jelas, bayi yang mengisap empeng saat tidur memiliki risiko SIDS atau kematian saat tertidur lebih rendah.



Memuaskan refleks mengisap. Bayi memiliki kebutuhan alami untuk mengisap, sehingga empeng bisa membantu memuaskan keinginan tersebut. Namun, Moms perlu memastikan bahwa mengisap empeng tidak mengganti waktu makan.

Menenangkan Si Kecil. Empeng bisa membantu bayi belajar mengontrol perasaannya, membuatnya rileks dan merasa aman, serta bisa meredakan nyeri.


Kontra Memberi Empeng

• Bingung puting saat menyusui. Hal ini bisa terjadi karena mengisap empeng dan puting payudara adalah tindakan berbeda. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan Moms agar menunggu bayi bisa menyusu dengan baik dan suplai ASI sudah bagus, untuk setelahnya diberikan empeng.



• Risiko infeksi telinga. Menurut sebuah studi, anak-anak yang menggunakan empeng, hampir 2 kali lebih sering mengalami infeksi telinga dibandingkan dengan yang tidak memakainya. Namun, risiko infeksi ini umumnya lebih rendah pada bayi yang masih kecil.

• Masalah gigi. “Sebelum berusia 2 tahun, setiap masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan gigi biasanya akan terkoreksi dengan sendirinya, dalam waktu 6 bulan setelah berhenti menggunakan empeng,” jelas Evelina Weidman Sterling, Ph.D., MPH., penulis Your Child’s Teeth: A Complete Guide for Parents.


Empeng Harus Dilepas

Penggunaan empeng disarankan untuk dihentikan saat bayi berusia 6 bulan, ketika risiko SIDS menurun dan kejadian infeksi telinga menjadi lebih sering. Anda bisa membatasi pemberian empeng, hanya pada siang dan malam hari.

Namun, Sumi Sexton, MD, seorang dokter keluarga menyarankan agar penghentian memberi empeng bisa ditunda. Ini dikarenakan situasi ketika sedang ada perubahan besar, seperti pindah rumah, lahir adik baru, atau penggantian pengasuh. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   empeng,   tumbuh kembang,   kesehatan