Mother&Baby Indonesia
Terlalu Bersih Ternyata Tidak Selamanya Baik untuk Bayi

Terlalu Bersih Ternyata Tidak Selamanya Baik untuk Bayi

Kebanyakan Moms mungkin berpikir, lingkungan yang super bersih akan membuat bayinya tumbuh lebih sehat dan kuat. Tidak heran, mereka berlomba-lomba untuk membersihkan setiap sudut di rumahnya agar terhindar dari debu dan bakteri. Tak sedikit pula Moms yang tidak mau membawa bayinya bermain di luar rumah karena takut kotor. Bahkan ada beberapa ibu yang melarang bayinya untuk berdekatan dengan hewan, orang asing, dan selalu mencuci tangannya berkali-kali agar tetap bersih.


Rendah Alergi

Penelitian terbaru mengatakan, bayi yang terekspos dengan alergen dan bakteri di awal kehidupannya, ternyata memiliki risiko terkena alergi dan asma lebih rendah dibandingkan yang tidak. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology tersebut melibatkan 467 anak usia 0-3 tahun. Mereka mendapatkan skrining alergi setiap tahun dan rumahnya pun dites apakah aman dari alergen serta bakteri.



Hasilnya cukup mengejutkan. Bayi yang terekspos dengan hewan di usia kurang dari 1 tahun ternyata memiliki kemungkinan lebih rendah untuk tekena alergi dan asma. Sementara anak yang tidak pernah terekspos dengan hal-hal tersebut memiliki risiko 3 kali lebih tinggi untuk terkena alergi, asma, dan penyakit lainnya.

Terekspos dengan bakteri di usia dini erat kaitannya dengan kemampuan tubuh untuk menekan risiko alergi. Namun, hal ini tidak berlaku jika anak baru 'berhubungan' dengan alergen dan bakteri di atas usia 1 tahun.

“Kami tidak menyarankan orang tua untuk sengaja membawa hewan-hewan ke rumah. Namun, data menyebutkan bahwa menciptakan rumah yang terlalu bersih bagi anak, tidak baik untuk kesehatannya. Mengingat perkembangan sistem kekebalan tubuh anak terhadap alergi dan asma dibentuk di awal kehidupannya,” ungkap Robert Wood, salah satu peneliti yang juga kepala Divisi Alergi dan Imunologi di John Hopkins Children's Center, Baltimore, Maryland, AS.

Sementara Amy Syah, spesialis dalam bidang asma, alergi, dan imunologi di Valley E.N.T, Arizona, AS, menegaskan, “Penelitian ini mengonfirmasi bahwa salah satu alasan mengapa asma dan alergi terus meningkat adalah lingkungan yang terlalu 'steril'. Pada dasarnya, hipotesis kebersihan juga mengatakan lingkungan yang terlalu bersih meningkatkan risiko alergi dan asma, karena tubuh tdak terekspos cukup baik dengan berbagai alergen dan bakteri di usia dini.”


Tips untuk Anda

Amy Syah mengungkapkan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan sistem imun Si Kecil.



• Biarkan anak bermain kotor.

• Jangan membersihkan tangan Si Kecil terlalu berlebihan.

• Hindari sabun dan sprays anti bakteri. Jika ia terluka atau tergores, cukup bersihkan dengan alkohol.

• Bijaksana menggunakan antibiotik. Perlu diketahui, infeksi telinga, radang tenggorokan, dan demam tidak selalu membutuhkan antibiotik. Anda dan dokter anak harus bekerja sama untuk memberikan antibiotik setidaknya 7-10 hari setelah Si Kecil terserang penyakit tersebut.

• Jangan ragu untuk berbagi makanan dan minuman dengan bayi Anda. Faktanya, air liur orang tua memberi banyak manfaat bagi bayi. Dengan catatan, Anda tidak sedang sakit tentunya.

• Penelitian ini tentu akan mengurangi ketakutan Anda saat membiarkan Si Kecil bermain kotor atau terekspos bakteri. Kabar baiknya lagi, Anda juga tidak perlu merasa bersalah jika tidak memiliki waktu untuk sering-sering membersihkan kamar mandi. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   kesehatan,   kebersihan,   lingkungan








Cover Maret 2020