Mother&Baby Indonesia
Risiko Kesehatan pada Bayi Lahir Prematur

Risiko Kesehatan pada Bayi Lahir Prematur

Saat bayi prematur lahir, banyak sekali gangguan kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, yang rentan dialami olehnya. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan organisasi March of Dimes menyebutkan sejumlah masalah kesehatan tersebut. Berikut ini gangguan kesehatan jangka pendek dan jangka panjang yang bisa dialami bayi lahir prematur, Moms.


Jangka Pendek

1. Penurunan Suhu



Bayi prematur mudah mengalami penurunan suhu di bawah normal, yaitu kurang dari 36,5 derajat C. Penurunan suhu ini dapat membuat bayi mengalami sesak napas, lemah, pucat, ataupun kulit kebiruan karena kekurangan oksigen.

2. Jaundice

Bayi prematur lebih rentan terkena sakit kuning dibandingkan dengan bayi lahir cukup bulan. Kondisi ini disebabkan organ hati mereka belum berkembang sempurna, sehingga fungsinya belum maksimal.

3. Respiratory Distress Syndrome (RDS)

Dalam 1 tahun, sekitar 23.000 bayi yang lahir kurang dari 34 minggu mengalami RDS, atau sindrom gawat napas. Hal ini dikarenakan paru-paru bayi yang belum matang sempurna.

4. Ketergantungan Psikologis

Secara psikologis, tingkat ketergantungan bayi pada ibunya masih sangat tinggi. Ia ingin selalu didekap. Sebaiknya Moms melakukan perawatan metode kanguru, agar ia menjadi hangat.


Jangka Panjang

1. Gangguang Kecerdasan

Menurut organisasi March of Dimes, kelahiran prematur berpengaruh terhadap perkembangan dan intelektual anak kelak. Oleh karena itu, bayi prematur berisiko mengalami keterlambatan perkembangan fisik, belajar, komunikasi dan sosialisasi dengan orang lain, serta kemampuan untuk mengurus diri sendiri.

2. Masalah Perilaku

Kelahiran prematur juga bisa mengakibatkan masalah perilaku, termasuk gangguan kecemasan dan ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder.



3. Cerebral Palsy

Masalah saraf juga sering dialami oleh anak yang lahir prematur, seperti cerebral palsy, yang memengaruhi otak, tulang punggung, dan saraf seluruh tubuh.

4. BPD

BPD atau Bronchopulmonary dysplasia, penyakit paru-paru kronis yang membuat organ tersebut tumbuh tidak normal atau bengkak. Masalah ini bisa membaik, tetapi ia akan mengalami gejala seperti asma sepanjang hidupnya.

5. Infeksi

Sistem imunitas pada bayi prematur yang belum sempurna membuat mereka lebih rentan terserang kuman penyebab infeksi, seperti pneumonia (infeksi paru-paru), sepsis (infeksi darah), atau meningitis (infeksi selaput otak).

6. Gangguan Penglihatan

Bayi lahir prematur rentan mengalami penyakit mata yaitu retinopathy of prematurity (ROP). Biasanya ROP akan pulih dengan sendirinya. Namun bila tergolong parah, perlu penanganan lebih lanjut dari dokter.

7. Gangguan Pendengaran

Bayi lahir prematur berpotensi mengalami gangguan atau kehilangan pendengaran. Bila masalahnya tidak diatasi, maka akan berpengaruh pada perkembangannya kelak seperti keterlambatan bahasa ataupun kesulitan membaca.

8. Masalah Gigi

Biasanya, bayi prematur mengalami pertumbuhan gigi yang terlambat. Selain itu warna giginya juga mudah berubah dan tumbuh berantakan. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   prematur,   kesehatan








Cover Januari - Februari 2020