Mother&Baby Indonesia
Menyiasati Bayi Gumoh

Menyiasati Bayi Gumoh

Pada masa-masa awal, bayi sering memuntahkan sebagian ASI yang ditelannya. Kondisi ini biasa dikenal dengan istilah gumoh. Umumnya, gumoh pada bayi akan berkurang seiring bertambahnya usia Si Kecil, yaitu pada usia 12-16 minggu. Gumoh memang hal yang wajar terjadi pada bayi sesaat setelah ia menyusu. Meskipun demikian, bukan berarti gumoh yang kerap terjadi Anda biarkan begitu saja. Atasi dengan tepat agar Si Kecil tidak gumoh setelah ia disusui, Moms. Ini yang perlu Anda tahu mengenai penyebab gumoh dan cara mengatasinya, Moms.


Penyebab Gumoh

Menurut dr. Rouli Nababan, Sp. A., ada beberapa penyebab gumoh pada bayi, antara lain:



• Volume lambung bayi masih kecil sementara susu yang ia minum melebihi kapasitas lambungnya. Ini merupakan penyebab paling umum. Gumoh akan makin menjadi jika Si Kecil ternyata senang menggeliat, padahal gerakan tersebut bisa mengakibatkan tekanan tinggi dalam perut sehingga ia pun akan gumoh.

• Kerja buka-tutup klep katup lambung pada bayi belum sempurna. Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. Nah, di antara kedua organ tersebut ada klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum sepenuhnya berfungsi sempurna. Akibatnya, kalau ia langsung ditidurkan setelah disusui, atau bahkan menggeliat, susu akan keluar dari mulutnya. Untuk mengurangi gumoh, Moms bisa berikan ASI pada Si Kecil sedikit demi sedikit.

• Cara memberikan ASI yang kurang tepat. Jika Si Kecil menyusu langsung dari payudara, lakukan perlekatan dengan sempurna. Jangan lupa sendawakan bayi setelah ia menyusu. Jika sulit disendawakan, miringkan ia dengan meletakkan kepalanya di posisi agak tinggi. Jika Anda menggunakan botol, jangan berikan pada bayi dalam posisi tidur. Selain itu, usahakan agar tidak terlalu banyak udara yang tertelan.

• Jarak menyusu yang terlalu dekat juga bisa menyebabkan terjadinya gumoh. Karena itu, berikan bayi minum dengan jeda waktu 2-3 jam.

• Menangis berlebihan. Tangis seperti ini membuat udara yang tertelan juga berlebihan, sehingga sebagian isi perut Si Kecil pun akan keluar. Bisa jadi salah satu kemungkinan bayi Anda menangis karena tidak bisa menelan susu dengan sempurna. Kalau sudah demikian, Moms sebaiknya tidak meneruskan dulu memberikan ASI beberapa saat, karena dikhawatirkan susu malahan bisa masuk ke dalam saluran napas dan menyumbatnya.


Mengatasi Gumoh

Sebenarnya tidak sulit untuk mengatasi dan mencegah bayi yang gumoh. Ini yang perlu Moms lakukan:



• Susui bayi sebelum ia terlalu lapar, agar ia tidak menyusu dengan cepat. Karena menyusu dengan cepat berpotensi menyebabkan gumoh.

• Posisi bayi saat menyusu harus pas. Pastikan seluruh bibirnya menutupi puting susu serta wilayah areola. Dengan begitu, kemungkinan udara yang masuk dan tertelan selama menyusu bisa dikurangi.

• Pastikan posisi tubuh Si Kecil tegak, baik saat dan setelah proses menyusu. Biarkan tubuhnya tegak selama 30 menit, agar susu tetap mengalir ke dalam perut.

• Sendawakan bayi setelah ia menyusu dengan cara memberikan jeda saat menyusu dan menepuk punggung dengan ringan untuk mengeluarkan udara. Jika sulit disendawakan, miringkan ia dengan meletakkan kepalanya di posisi agak tinggi.

• Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat pada bayi karena dapat menyebabkan tekanan yang menghambat masuknya susu.

• Hindari langsung memberikan bayi banyak ASI sekaligus. Lebih baik, bayi menyusu sedikit-sedikit, disendawakan, lalu menyusu kembali. Dengan cara ini, udara tidak sempat “mampir” ke lambung.

• Jika gumoh tidak juga berkurang, sebaiknya bawa Si Kecil ke dokter untuk dicari tahu apa penyebabnya. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   menyusu,   asi,   gumoh








Cover Maret 2020