Mother&Baby Indonesia
Ini Cara Mendeteksi dan Mencegah Bayi Lahir Prematur

Ini Cara Mendeteksi dan Mencegah Bayi Lahir Prematur

Tanggal 17 November setiap tahun diperingati sebagai World Prematurity Day. Alasan ditetapkannya Hari Prematur Sedunia adalah karena ada sekitar 15 juta bayi lahir secara prematur setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 1 juta bayi meninggal karena komplikasi akibat lahir prematur.


Persalinan prematur tentu menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan ibu hamil karena bisa berdampak pada kesehatan bayi maupun ibu. Meskipun begitu, Moms tidak perlu cemas ataupun merasa ketakutan. Kelahiran prematur bisa dideteksi secara dini dan dicegah. Berikut ini caranya, Moms.




Deteksi Dini

Bagi para ibu hamil, sangat dianjurkan untuk rutin melakukan kontrol kehamilan. Ini menjadi salah satu kewajiban yang penting Moms lakukan agar dapat mendeteksi penyakit kronis yang diderita dan membahayakan kondisi Anda juga bayi dalam kandungan. Penyakit kronis, seperti hipertensi kehamilan, diabetes melitus, dan infeksi, dapat dideteksi dari pemeriksaan rutin saat kontrol kandungan.

Selain itu, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mendeteksi persalinan prematur saat masa kehamilan. Berikut ini beberapa hal yang disarankan dr. Bramundito, Sp.OG, dari Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah:

• Mengecek riwayat persalinan sebelumnya, apakah bayi lahir prematur atau dalam kondisi sehat dan normal.

• Terjadi kontraksi pada uterus yang berlebihan, serta intensitas rasa sakit yang meningkat setiap menitnya.

• Adanya pelebaran atau pembukaan serviks sebelum usia kandungan 37 minggu.



• Normalnya, rata-rata panjang leher rahim saat hamil usia 24 minggu adalah 3,5 cm. Namun, jika pada minggu tersebut panjang rahim hanya 2,2 cm, maka 20 persen kemungkinan Anda akan melalui persalinan prematur.

• Terdapat bacterial vaginosis atau infeksi akibat bakteri di area vagina. Gejalanya, cairan vagina lebih tipis dan berwarna keabu-abuan, disertai bau amis yang kuat dan umumnya muncul setelah berhubungan seks. Namun tanpa ada rasa nyeri, gatal atau iritasi.

• Melakukan tes fetal fibronectin, yaitu cairan berisi membran yang melindungi bayi di dalam rahim. Jika cairan seperti ‘lem’ di rahim saat hamil ini rusak, maka hal tersebut dapat menyebabkan Anda melahirkan bayi prematur.


Mencegah Persalinan Prematur

Kelahiran bayi prematur tentunya juga bisa dicegah Moms. Hal yang paling penting adalah dengan melakukan kontrol kehamilan secara rutin. Selain itu, jaga asupan nutrisi agar tubuh tetap sehat. Olahraga juga perlu, namun perlu dibatasi, terutama pada ibu dengan riwayat persalinan prematur.

Perilaku gaya hidup sehat pun sangat perlu dilakukan, terutama saat hamil. Jadi, hindari merokok, minum minuman beralkohol, serta konsumsi obat-obatan terlarang atau obat keras. Pastikan juga untuk melakukan vaksin rutin agar Anda dan bayi nantinya terhindar dari penyakit seperti campak dan rubella.

Selain itu, berbagai terapi untuk mengurangi infeksi serta kontraksi uterus juga dapat dilakukan menjelang persalinan. Pemberian obat pun menjadi alternatif jika sang ibu memiliki penyakit kronis. Tindakan penjahitan mulut rahim juga bisa dilakukan dengan aman, dan akan dibuka saat bayi siap lahir. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   bayi prematur










Cover Mei-Juni-Juli 2020