Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 28 November 2018 / Redaksi

Mengenal Istilah Blighted Ovum atau Kehamilan Kosong

Saat alat tes kehamilan memperlihatkan hasil positif, tentunya ini akan sangat membahagiakan buat Anda dan suami. Tetapi, setelah beberapa minggu kehamilan berjalan, ternyata dokter menyatakan bahwa Anda mengalami kehamilan kosong (blighted ovum).


Apa itu Hamil Kosong?



Kehamilan kosong adalah kondisi yang membuat wanita merasa bahwa dirinya sedang hamil, tetapi tidak ada janin di dalam kandungan. Wanita yang mengalami kehamilan kosong memiliki kesamaan dengan wanita hamil lainnya, yaitu mengalami tanda-tanda kehamilan yang umumnya dirasakan, seperti morning sickness, terlambat menstruasi, dan buah dada membesar. Bahkan wanita yang mengalami hamil kosong plasentanya juga menghasilkan hormon kehamilan.

Kehamilan kosong bisa dialami oleh siapa saja, Moms. Menurut Dr. Octavia Cannon, spesialis kandungan di Charlotte, AS, kehamilan kosong atau dikenal juga dengan istilah anembryonic pregnancy adalah kondisi di mana seorang wanita mengalami kehamilan, tapi tidak ada embrio yang dihasilkan.

Meskipun sel telur sudah dibuahi dan menunjukkan tanda-tanda kehamilan, karena sesuatu dan lain hal, telur tersebut gagal menjadi embrio. Akibatnya, tubuh tetap hamil dengan semua gejala yang dialaminya.

 

Penyebab Kehamilan Kosong

Sekitar 60 persen kehamilan kosong diakibatkan oleh kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Kelainan tersebut dikenali oleh tubuh ibu, sehingga secara alami tubuh ibu tidak meneruskan kehamilan. Kemungkinan penyebab lain adalah akibat infeksi TORCH dan streptokokus, diabetes mellitus yang tidak terkontrol, rendahnya kadar hormon beta hCG (human chorionic gonadotropin), faktor imunologis, seperti adanya antibodi terhadap janin, serta usia suami atau istri yang sudah tua sehingga kualitas sperma atau ovum menurun.

 

Gejala



Karena gejalanya tidak spesifik, kehamilan kosong biasanya baru ditemukan setelah terjadi keguguran spontan dan disertai dengan perdarahan. Akan tetapi, untuk gejala awalnya serupa dengan gejala kehamilan pada umumnya, seperti tidak haid, mual dan muntah, payudara mengeras, dan pembesaran perut. Hasil pemeriksaan dengan test pack dan laboratorium juga positif, karena plasenta memang menghasilkan hormon hCG yang menginformasikan ke indung telur (ovarium) dan otak bahwa ada hasil konsepsi di dalam rahim.

 

Penanganan untuk Kehamilan Kosong

Untuk kasus kehamilan kosong ini, penanganannya biasanya berbeda-beda, tergantung pada kondisi kehamilan seorang wanita. Pada kasus kehamilan awal, dokter mungkin menyarankan pasien menunggu seminggu dan kemudian melakukan ultrasound berulang, hanya untuk memastikan bahwa tidak ada embrio yang terbentuk.

Bila Moms positif blighted ovum, tindakan yang dilakuakan selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasilnya dianalisis untuk mencari penyebab dan cara mengatasinya. Misalnya, bila karena infeksi, Anda akan diobati agar tidak berulang. Bila penyebabnya antibodi, maka dilakukan imunoterapi agar Anda bisa hamil sungguhan.

 

Kapan Bisa Hamil Lagi?

Dokter umumnya menyarankan untuk menunggu 2-3 kali menstruasi sebelum mencoba untuk hamil lagi. Sementara itu, Anda butuh waktu sebulan, bahkan beberapa kasus ada yang sampai dua bulan, sampai tubuh mulai menstruasi lagi dan jumlahnya lebih banyak pada periode pertama.

Meskipun begitu, penyembuhan pasca keguguran setelah hamil kosong bagi setiap wanita akan berbeda-beda, tergantung pada kondisi fisiknya. karena itu, saran dokter untuk hamil kembali umumnya tidak tergantung pada datangnya menstruasi setelah keguguran, tetapi kesiapan Moms untuk hamil kembali. (M&B/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Tipe-Tipe Ibu Hamil, yang Manakah Anda, Moms?

Begini Caranya agar Tetap Tidur Nyenyak saat Hamil

Penyakit yang Harus Diperhatikan Sebelum Anda Hamil

OTHER ARTICLES

Awas Nyamuk Ganas! Ini 10 Fakta Japanese Encephalitis

Kenapa Area Puting Menghitam saat Hamil? Ini Jawabannya

Ini yang Diperiksa Dokter pada Bayi di Tahun Pertama

Mengenal Urtikaria, Penyakit Biduran pada Anak

Menu Sehat dan Praktis untuk Sahur