Mother&Baby Indonesia
5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Pijat Prenatal

5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Pijat Prenatal

Moms, kehamilan memang memberikan beberapa keluhan yang tidak mungkin bisa dihindari. Namun ada banyak cara untuk meredakannya. Salah satunya adalah dengan pijat prenatal atau dikenal juga dengan pijat kehamilan.

 

Menurut American Pregnancy Association (APA), pijat prenatal memiliki banyak manfaat, baik untuk psikologis maupun fisik ibu hamil. Terapi pijat saat hamil efektif mengurangi kecemasan, gejala depresi, nyeri sendi, dan meningkatkan stamina saat bersalin.



 

“Tidak ada yang dapat menyaingi keampuhan pemijatan dalam menghilangkan rasa sakit, nyeri, dan stres akibat kehamilan,” ujar Heidy Murkof dalam bukunya Kitab Hamil Terlengkap, terjemahan What to Expect When You’re Expecting.

 

Hal ini semakin menguatkan bahwa pijat prenatal memang aman dan memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil. Meskipun begitu, Moms tidak bisa sembarangan dalam melakukan pijat ini. Berikut 5 hal yang perlu perhatikan sebelum Anda mencobanya:

 

1. Tenaga Profesional

Pastikan ahli terapi pijat Anda sudah memiliki izin dan sangat paham dengan anjuran dan larangan memijat ibu hamil.

 

2. Waktu yang Tepat

Hindari memijat dalam 3 bulan pertama karena dapat membuat Anda merasa semakin mual dan limbung. “Akan tetapi, jangan khawatir jika Anda pernah dipijat setelah trimester pertama. Tidak berbahaya, hanya mungkin terasa tidak nyaman,” tambah Murkoff.

 

3. Posisi Sempurna

Jika Anda melakukan pijat prenatal ketika usia kehamilan sudah lebih dari 4 bulan, maka sebaiknya Anda tidak berbaring telentang terlalu lama. Minta ahli terapi pijat Anda untuk menggunakan meja pijat yang bagian tengahnya sudah dilubangi agar perut Anda lebih nyaman. Anda juga bisa meminta bantalan yang membantu berbaring menyamping.

 

4. Tanpa Wewangian

Selama Anda hamil, peningkatan hormon estrogen membuat indera penciuman menjadi lebih peka. Maka, sebaiknya Anda meminta ahli terapi pijat untuk menggunakan losion atau minyak tanpa aroma agar Anda tidak mual.

Beberapa aroma yang aman untuk digunakan di antaranya adalah:

• Mawar

• Kamomil

• Melati



• Neroli

• Lavender

• Ylang-ylang

• Jeruk

Selain itu, sejumlah minyak aroma terapi ternyata dapat merangsang kontraksi lho, Mom. Beberapa aroma yang tidak aman Anda gunakan antara lain:

• Juniper

• Saga

• Pennyroyal

• Timi

• Rosemary

• Pepermin

• Oregano

• Basil

 

5. Titik Aman

Penting untuk diingat, kalau tekanan langsung pada daerah di antara tulang pergelangan kaki dan tumit dapat memicu kontraksi! Jadi pastikan ahli terapi Anda tidak menekan daerah tersebut. Nah, inilah pentingnya memilih ahli terapi yang sudah mengikuti pelatihan pijat khusus bumil. Namun, jika ia memijat terlalu kencang, jangan ragu untuk memintanya mengatur tenaga sesuai kenyamanan Anda.

“Hindari memijat daerah sekitar perut dan pinggang. Selama kehamilan, lakukan pijatan di tempat yang cukup aman seperti punggung, kaki, tangan, dan pundak. Lakukan pijatan dengan pelan,” ujar dr. Suwignyo Siswosuharjo, Sp.OG, M.Kes, penulis buku Panduan Super Lengkap Hamil Sehat. Jadi, jangan ragu untuk mengatakan pada terapis Anda bagian tubuh mana saja yang boleh dan jangan dipijat ya, Moms. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   pijat prenatal










Cover Mei-Juni-Juli 2020