Mother&Baby Indonesia
Plus Minus Tempat Menitipkan Bayi buat Ibu Bekerja

Plus Minus Tempat Menitipkan Bayi buat Ibu Bekerja

Kejahatan terhadap anak yang sudah semakin banyak terjadi tentu saja membuat ibu, terutama ibu bekerja, semakin tidak tenang meninggalkan bayi mereka. Tapi setelah habis cuti 3 bulan, Anda harus lekas menentukan akan bersama siapa Si Kecil selama Anda bekerja. Ada banyak alternatif sebenarnya, tinggal Anda memilih mana yang paling nyaman dan aman untuk anak Anda.

Memang tidak ada yang bisa menjamin Si Kecil akan selalu aman di mana pun dan bersama siapa kita menitipkannya. Anda harus sangat teliti memilih dan mempersiapkan segala kebutuhan Si Kecil selama ditinggalkan. Jadi, apa saja pilihannya dan apa yang harus disiapkan? Simak rekomendasi dari Mother&Baby berikut ini.




Bersama Nenek dan Kakek

Pro:

• Anak Anda pasti aman bersama orang yang sangat menyayanginya.

• Orang tua bisa memberikan masukan tentang cara merawat anak.

Kontra:

• Jika terjadi perbedaan persepsi dengan orang tua mengenai cara membesarkan anak, hal ini akan memengaruhi hubungan Anda dengan orang tua.

Tips:

• Usahakan untuk menitipkan anak bersama dengan babysitter, karena orang tua Anda sudah terlalu tua untuk mengurus bayi yang masih butuh banyak perhatian. Bekali juga babysitter dengan pengetahuan yang cukup dan siapkan semua kebutuhan anak dengan teliti sehingga tidak perlu merepotkan orang tua. Jadi mereka hanya bertugas mengawasi kerja babysitter Anda.

• Samakan juga persepsi Anda dengan orang tua dalam mengurus anak. Tegaskan pada orang tua bahwa Anda memiliki cara sendiri untuk membesarkan anak. Jangan lupa ucapkan terima kasih dan belikan bingkisan sebagai apresiasi terhadap bantuan mereka.


Di Rumah Bersama Pengasuh

Pro:

• Anda bisa membesarkan anak tanpa interupsi dari siapa pun.

Kontra:

• Keamanan kurang karena tidak ada yang mengawasi kerja pengasuh.

• Anda akan kelimpungan jika pengasuh tiba-tiba ingin pulang kampung atau mendadak berhenti kerja.

Tips:

• Jika Anda meninggalkan anak dengan pengasuh saja, carilah yang sudah Anda kenal dengan benar. Misalnya, orang yang mengasuh Anda sejak kecil atau orang yang sudah bekerja dengan Anda sejak lama. Jangan biarkan orang baru yang tidak terlalu Anda kenal tinggal berdua dengan anak Anda. Usahakan juga untuk sesekali pulang guna mengawasi keadaan rumah. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memasang CCTV di beberapa tempat tersembunyi, sehingga Anda bisa mengawasi kegiatan Si Kecil dengan pengasuh.




Di Day Care

Pro:

• Lebih mudah diawasi, apalagi jika daycare dekat dengan tempat kerja Anda.

• Anda tidak perlu kerepotan dengan drama pengasuh datang dan pergi.

Kontra:

• Jika anak lain di daycare sakit, anak Anda akan mudah tertular.

• Jika proporsi antara anak dan pengasuh tidak seimbang, anak Anda bisa tidak terpegang.

Tips:

• Carilah daycare yang menerima bayi 3 bulan, karena biasanya Anda masuk kerja ketika Si Kecil berusia 3 bulan. Lihatlah proporsi pengasuh, apa sesuai dengan dengan banyaknya anak. Setidaknya proporsi pengasuh dan bayi harus 1:2. Tanya dari mana mereka mendapatkan pengasuh dan apakah sudah melalui pelatihan sebelumnya. Utamakan daycare yang diawasi oleh pemiliknya langsung atau memiliki CCTV yang bisa Anda akses.


Bersama Suami

Pro:

• Anak Anda akan dibesarkan sesuai dengan kesepakatan Anda dan suami.

Kontra:

• Beberapa ayah tidak terlalu sabar dan telaten dalam menghadapi anak yang sulit ditangani, misalnya susah makan, tidak mau tidur, tidak mau menyusu, atau ketika sedang sakit.

Tips:

• Jika suami bekerja di rumah, lebih gunakan juga jasa pengasuh untuk meringankan bebannya. Bekali suami dengan pengetahuan perkembangan anak sehingga ia bisa memantau kerja pengasuh. Berikan catatan di pagi hari mengenai apa saja yang harus dilakukan dan diperhatikan suami sedetail mungkin, sehingga di malam hari, ia bisa menceritakan hal-hal penting tersebut kepada Anda. Jika suami harus bekerja keluar rumah, carilah cara agar anak Anda tetap terawasi dengan baik. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu baru,   bayi,   menitipkan anak








Cover Januari - Februari 2020